Jangan Jadi Pengusaha Bila Ini Alasannya

Jangan Jadi Pengusaha Bila Ini Alasannya
Jangan Jadi Pengusaha Bila Ini Alasannya

Maraknya tren menjadi pengusaha membuat banyak orang tertarik mengikutinya. Merintis bisnis sangat tergantung pada kreativitas dan minat seseorang. Namun ingat, kesuksesan tak datang dalam semalam.

Bila kamu juga ingin menjadi pengusaha, pastikan bahwa alasan ini bukan alasanmu ingin menjadi pengusaha.

Menjadi Kaya

Tak ada orang bisa kaya dalam semalam. Ada perjuangan dan jalan berliku mendapatkannya. Ingat, tak semua pengusaha itu kaya. Tak ada garansi bahwa bisnis yang kamu rintis akan sukses.

Bila kaya dan mendapat uang adalah tujuan utamamu, kamu biasanya tidak akan mampu menghasilkan keputusan di jangka panjang. Hal itu juga akan membuatmu tidak nyaman dan stres bila tidak mampu meraih suatu target.

Menjadi Terkenal

Salah satu keuntungan menjadi pengusaha adalah menjadi terkenal. Kamu bisa diliput di banyak media. Sebenarnya, yang lebih penting adalah kesempatan melakukan promosi pada produkmu, bukan dirimu.

Liburan Terus Menerus

Menjadi pengusaha memang identik dengan kebebasan. Kamu bisa bekerja dimana saja dan kapan saja tanpa terikat aturan. Namun ingat, kesuksesan dalam bisnis tergantung pada dirimu sendiri.

Bila kamu sibuk jalan-jalan selama enam bulan, kapan kamu punya waktu lebih untuk investasi lebih pada bisnismu? Seringkali, kamu justru harus merelakan waktu liburmu untuk melakukan sesuatu yang lebih berharga.

Menyenangkan Orang Lain

Beberapa orang, menjadi pengusaha untuk menyenangkan orang lain, membentuk satu tim solid atau membuat dunia menjadi lebih baik. Namun, seringkali hal itu menjadi senjata makan tuan.

Misalnya, kamu memiliki pekerja yang tidak produktif. Sebagai pemimpin bisnis, kamu harus bertindak. Kamu bukanlah orang tua dan mereka adalah anak-anakmu. Semua itu menjadi keputusanmu.

Mengapa Tidak?

Sebenarnya kamu tidak punya alasan cukup jelas untuk menjadi pengusaha. Satu-satunya alasan adalah karena kamu berpikir bahwa menjadi pengusaha dapat membunuh waktu, menambah aktivitas atau daripada tidak melakukan apapun.

Kamu tidak memiliki perencanaan atau tidak mengerti cara merancang skala prioritas. Kamu juga tidak tahu bagaimana mendapatkan pendanaan bisnis, tidak punya motivasi atau keinginan menjadi kaya. Bila demikian kasusnya, cari jalan hidup yang lain saja.