Kabar Gembira! Pedagang di Media Sosial Bebas Pajak E-Dagang

Kabar Gembira! Pedagang di Media Sosial Bebas Pajak E-Dagang
Kabar Gembira! Pedagang di Media Sosial Bebas Pajak E-Dagang

Fungsi media sosial (medsos) kini sudah tidak lagi hanya untuk silaturahmi. Banyak pengusaha yang memanfaatkan medsos untuk keperluan bisnis. Bila sebelumnya kamu termasuk salah satu pengusaha yang khawatir menunggu kepastian mengenai pajak e-dagang, kini kamu bisa bernapas lega.

Kendati sedang menyusun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai aturan untuk bisnis jual beli daring (e-commerce), dipastikan bisnismu tidak masuk skema perpajakan.

"Terkait pelaku dagang melalui medsos, walau tidak masuk skema perpajakan e-commerce yang sedang disusun ini, tetapi bukan berarti bebas dari kewajiban pajak," kata Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama dilansir Kompas.

Hestu menyambung, pelaku dagang melalui medsos tetap harus melaksanakan kewajiban pajak yang sama secara self assessment. Ditjen Pajak pun tetap konsisten melakukan pengawasan.

"Kekhawatiran terjadi pergeseran dari platform (e-commerce) ke medsos rasanya berlebihan. Terlebih karena mekanisme transaksi yang lebih aman melalui platform merupakan keuntungan yang tidak terdapat pada medsos," jelasnya.

Transaksi melalui medsos, kata Hestu, kurang aman dibanding melalui platform marketplace. Penyebabnya, tidak ada yang menjamin barang dikirim oleh penjual, sementara pembayaran sudah dilakukan.

Berdasarkan hasil survei Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pada 1.800 responden di 11 kota, 64% pedagang berjualan melalui medsos. Hanya 16% yang berjualan melalui e-dagang.

Dari hasil survei ini, juga diketahui sebanyak 7% pedagang berjualan menggunakan situs milik sendiri. Sebanyak 12% belum berjualan secara daring dan 6% berdagang dengan cara lain.

Bagaimana menurutmu?

MORE FROM MY SITE