Kekayaan Anjlok Triliunan, CEO Zoom Enggak Bisa Atur Duit?

Eric Yuan. (Sumber: Glassdoor)
Eric Yuan. (Sumber: Glassdoor)

Setelah kekayaannya melejit di awal masa pandemi, CEO Zoom Eric Yuan harus rela kekayaannya anjlok senilai US$3.1 miliar di awal Desember ini. Malahan di November, kekayaannya sempat berkurang US$4,2 triliun atau sekitar Rp58,8 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Apa ini artinya Eric tidak bisa mengatur uangnya?

Bukan itu jawabannya. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah nilai saham Zoom yang melorot hingga 15% pada hari Selasa (1/12).

Akibat rontoknya saham Zoom tersebut, kekayaan Eric terpangkas menjadi US$17.9 miliar dan menempatkannya di urutan ke-102 orang terkaya di dunia versi Forbes.

Uniknya, anjloknya saham Zoom terjadi setelah perusahaan melaporkan pendapatan sebesar US$777,2 juta atau naik 367% dari periode yang sama tahun lalu. Wah, padahal pencapaian Zoom tergolong masih sangat baik, lho.

Kenaikan pendapatan di kuartal ketiga ini juga tetap lebih besar jika dibandingkan dengan dua kuartal sebelumnya, yang 'hanya' naik 169% (Q1) dan 355% (Q2).

Lantas kenapa sahamnya malah anjlok?

Sumber dari anjloknya saham Zoom ternyata akibat prediksi keuangan yang dirilis untuk para investor. Zoom memprediksi bahwa pendapatan mereka ke depannya tidak akan tumbuh sebesar saat ini.

Mereka memprediksi pertumbuhan pendapatan di kuartal keempat sebesar 329% saja dengan pendapatan berkisar antara $806-811 juta. Melihat prediksi tersebut, para investor merasa kecewa dan menimbulkan sentimen negatif yang akhirnya membuat nilai saham Zoom anjlok.

Spontan saja nama Eric Yuan makin jadi pembicaraan banyak orang. Pasalnya bagaimanapun ia adalah salah satu sosok yang bersinar di tengah pandemi. Kekayaan Eric justru meningkat dan menolong berbagai bisnis agar bisa tetap berjalan meski tetap harus di rumah.

Bagaimana tidak, Zoom Video Communications Inc. miliknya telah menyelenggarakan pelajaran sekolah, pertemuan keluarga, dan pertemuan bisnis untuk lebih dari 300 juta peserta sehari selama pandemi.

Tak heran sebelum anjlok, saham Zoom sempat melonjak lebih dari 500% dan ia sempat merasakan kekayaannya mencapai USD28,6 miliar atau sekitar Rp403 triliun. Eric pun menjadi orang terkaya ke-40 di dunia.

Namun ya itu tadi. Sentimen negatif kadung terjadi. Ditambah kehadiran vaksin COVID-19 dari Pfizer yang digarap bersama BioNTech juga memberi dampak. Banyak yang percaya bahwa bekerja dan sekolah dari rumah akan segera berakhir.

Tidak Semua Setuju

Meski demikian, analis Bloomberg Intelligence memprediksi bahwa tren Zoom akan tetap berjaya. "Saya tidak berpikir tren seputar e-commerce, video collaboration, atau pergeseran ke cloud akan berubah akibat vaksin tersebut," ujar analis Bloomberg Intelligence, Mandeep Singh.

Ia pun meyakini bahwa bisnis yang Zoom jalani akan tetap positif meski pandemi sudah terkendali. “Orang-orang akan tetap memakai Zoom dan tak akan bosan dengan aplikasi garapan mereka,” ujarnya.

Kalau menurutmu bagaimana?

Sebagai pengguna, tentu banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dari Zoom. Namun jangan lupa keamanannya ya. Sebab seperti diketahui, tahun ini sempat ramai kasus serangan Zoom Bombing yang merugikan banyak pengguna.

Baca: Tips Amankan Meeting dari Serangan Zoom Bombing.

Konsumsi data untuk menggunakan Zoom juga tidak murah. Jika tidak pintar menggunakannya, bukan tidak mungkin kamu akan tekor di kuota.

Untuk kamu yang masih sering memanfaatkan aplikasi Zoom untuk rapat online, kamu bisa menghemat pemakaian kuotanya dengan beberapa tips berikut.

· Matikan mic dan kamera ketika tidak dibutuhkan

· Matikan kualitas video HD di pengaturan

· Gunakan fitur Share Screen seperlunya

· Turunkan tingkat kecerahan layar

· Kurangi multitasking supaya kuota tidak boros

· Pilih paket internet sesuai kebutuhan

Yuk hemat data. Biar makin irit pengeluaran, manfaatkan promo menarik dari Telkomsel untuk setiap pembelian paket melalui channel BCA, yakni BCA mobile, KlikBCA, dan ATM BCA.

Cek promonya di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.