Kenali Karakteristik Ini untuk Menembus Gen Z

Kenali Karakteristik Ini untuk Menembus Gen Z
Kenali Karakteristik Ini untuk Menembus Gen Z

Bagi kamu yang sudah mulai merintis bisnis sendiri, memahami karakteristik generasi Z akan membantu dalam mendapatkan pelanggan. Sebab, pasar Indonesia saat ini juga sudah mulai dibanjiri generasi ini.

Menurut hasil studi AdReaction: Engaging Gen X, Y and Z dari Kantar Millward Brown, Gen Z punya respons unik terhadap iklan. Hasil studi yang menganalisis pola konsumsi media ini mengungkap sikap terhadap iklan dan tanggapan terhadap hasil kreatif pemasar.

Hasil studi pada lebih dari 23 ribu konsumen di 39 negara itu menyoroti Gen Z di Indonesia yang ternyata lebih menyukai musik dari generasi milenial (27% ingin memiliki akses langsung yang selalu aktif untuk musik dibanding 19% untuk Gen Y).

Tumbuh dengan teknologi digital, generasi Z sulit terpengaruh iklan dan mengharapkan hal lebih dari pemasar dalam berkomunikasi. Generasi ini sulit terkesan oleh iklan dari Gen Y dan ingin dapat membuat keputusan mengenai cara mereka berinteraksi dengan iklan.

Hasil studi ini mengidentifikasi sejumlah kunci penting bagi merek untuk berinteraksi dengan Gen Z. Pertama, hormati ruang daring (online) mereka. Terkait hal ini, dalam dunia digital, Gen Z lebih positif dibanding generasi lain dalam menyikapi video mobile yang bersifat imbalan dan skip-able pre-rolls (yang mencapai nilai positif 49% dan 23%).

Namun, mereka sangat terganggu dengan format iklan invasif seperti non-skippable pre-roll dan pop-up (masing-masing -22% dan -35%). Kedua, gunakan pendekatan kreatif yang tepat.

Karakteristik kreatif yang dimaksud adalah ketika merek mampu menyampaikan cerita yang menarik (62%) dengan menggunakan humor (62%), termasuk menggunakan musik yang bagus (49%).

Ketiga, menjadi lebih sosial. Gen Z adalah pengguna platform sosial yang sangat signifikan. Hal ini bisa dilihat dari waktu yang mereka habiskan dan dari jumlah platform yang mereka kunjungi.

Mereka gemar mengunjungi Facebook, YouTube, Instagram, Twitter, dan Snapchat. Menurut Country Head of Kantar Millward Brown Indonesia Kelvin Gin, generasi ini adalah generasi yang akan datang paska milenial.

Mereka akan menjadi sangat relevan bagi pemasar dalam beberapa kategori. Menurutnya, penerimaan mereka terhadap iklan berbeda dari generasi lainnya.

"Mereka tumbuh dalam dunia mobile-first dan dunia dengan pilihan yang tidak terbatas. Hal ini membuat mereka sulit dipengaruhi. Karenanya, pemasar perlu mulai memahami cara terbaik berinteraksi dengan mereka," pungkasnya.