Laporan Google yang Bikin Orang Enggak Nyesel Jualan di E-Commerce

Ekspresi pedagang online saat jualannya di e-commerce memuaskan
Ekspresi pedagang online saat jualannya di e-commerce memuaskan

Untuk kamu yang sudah ikut terjun berjualan di e-commerce, bagaimana kabarnya? Lancar?

Bila ada di antara kamu yang jualannya masih belum memuaskan, jangan berkecil hati dulu. Bersabarlah lagi sambil terus berupaya menaikkan penjualan dengan beragam strategi pemasaran.

Sebab data-data Google berikut ini justru bikin orang enggak nyesel sudah terjun dan jualan di e-commerce.

Penasaran ada data apa saja? Simak yuk beberapa data penting dari Lazmall Brand Future Forum 2021 berikut ini:

1. Industri Ritel Masif Beralih ke Digital

Industry Head E-Commerce Google, Jerome Hamlin melaporkan peningkatan yang sangat signifikan pada industri ritel yang migrasi ke digital. Hal ini terlihat dari jumlah penjual (seller) yang meningkat hingga tiga kali lipat selama pandemi Corona.

2. Jutaan UMKM Masuk E-Commerce

Khusus di Indonesia, dari 15,3 juta UMKM yang merambah ekosistem e-commerce, sebanyak 7,3 juta UMKM di antaranya masuk saat pandemi COVID-19.

3. Sepertiga Kenaikan Transaksi Berasal dari Konsumen Baru

Dalam laporan Google, Temasek, dan Bain berjudul e-Conomy SEA 2020, transaksi di Asia Tenggara melonjak 63% jadi US$62 miliar. Diproyeksikan, angka ini akan naik jadi US$172 miliar pada 2025 nanti.

Menariknya lagi, sepertiga dari jumlah transaksi tersebut berasal dari konsumen baru. Jadi makin banyak orang berbelanja di e-commerce nih.

4. Konsumen Baru adalah Konsumen Loyal

Google juga menyebut bahwa 8 dari 10 konsumen baru tersebut ketagihan belanja di e-commerce. Mereka akan kembali berbelanja meski mal-mal sudah buka sekalipun.

5. Hampir Setengah Konsumen Berasal dari Indonesia

Google menyebut nilai ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara mencapai US$105 miliar atau Rp1.475 triliun. Menariknya, hampir setengahnya, yakni US$44 miliar Rp619 triliun berasal dari Indonesia.

Secara persentase, pertumbuhan nilai tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kedua dengan 11%. Sedangkan di tempat pertama diduduki Vietnam dengan 16%.

Indonesia masih unggul jauh dari Malaysia, Filipina, dan Thailand di 6-7% dan Singapura yang justru anjlok 24% jadi cuma US$9 miliar.

Nah itulah tadi, beberapa data penting yang perlu kamu tahu soal perkembangan e-commerce di Asia Tenggara. Jadi tindakanmu ikut mencoba jualan di e-commerce sudah tepat.

Sekarang tinggal bagaimana kamu mencari strategi agar bisnis online kamu dilirik banyak pelanggan.

Yuk semangat, kamu pasti bisa!

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.