Masihkah Kredit Jadi Pilihan Alat Bayar Ke Depannya?

kredit
kredit

Ada banyak pilihan alat bayar dan cara untuk melakukan transaksi. Namun, bagi orang Indonesia, nampaknya membeli secara kredit masih sangat menarik. Apalagi, bila harga barang terbilang mahal, membeli dengan kredit akan membuatnya terasa lebih ringan. Lalu, bagaimana potensi ke depannya?

Menurut CEO Bussan Auto Finance (BAF) Indonesia Lynn Ramli, ketika bonus demografi terjadi dan kesejahteraan meningkat, ini akan membawa berkah bagi perekonomian negara. "Bila melihat negara berkembang lainnya, konsumsi produk pembiayaan masih akan menjadi pilihan banyak negara ketika memasuki era bonus demografi," ujar Lynn.

Lebih lanjut, Lynn mengatakan, tren menyicil ini masih akan terus berkembang, khususnya untuk barang-barang seperti elektronik dan peralatan rumah tangga. Hal ini menjadi menarik karena sebelumnya, pembiayaan masih banyak terjadi untuk barang otomotif.

Terbaru, data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan, tahun ini, pembiayaan multifinance akan tumbuh 9%-10%, salah satunya untuk produk elektronik.

"Dulu, banyak orang membeli elektronik dari uang pinjaman dari saudara atau rekan. Kini, makin banyak yang meminjam ke perusahaan pembiayaan," papar Lynn.

Lynn melanjutkan, bisnis di segmen barang konsumen ini akan terus berkembang dan menggeser dominasi kendaraan roda dua. Sebab, katanya, hingga kini 90% bisnis BAF berasal dari pembiayaan kendaraan roda dua.

"Lima tahun ke depan, kami ingin menggeser porsi ini menjadi 60% - 40% atau 50% - 50%. Kami melihat peluang di barang konsumen sangat besar. Untuk itu, kami melakukan diversifikasi produk, termasuk ke produk pembiayaan mobil baru," lanjut Lynn seperti dikutip Marketeers.

Direktur Pemasaran BAF Indonesia Armando Lung menambahkan, juga terjadi pergeseran tren dari konsumsi kendaraan roda dua ke roda empat, khususnya di kota-kota besar.

"Kami lihat pertumbuhan permintaan sepeda motor sekitar 5%-10% setiap tahunnya. Namun, benar ada kecenderungan konsumen bergerak pindah ke mobil," kata Lung. Apa pun itu, Lynn mengimbau untuk menggunakan produk pembiayaan dengan lebih bijak.