Mengintip Strategi Bisnis Airbnb Lawan COVID-19

Airbnb, bertahan di tengah pandemi
Airbnb, bertahan di tengah pandemi

Sebelum pandemi COVID-19 melanda berbagai negara di dunia, Airbnb sedang berada di puncak kejayaannya. Mereka begerak cepat dan melakukan ekspansi besar-besaran. Nilai valuasinya pada 2019 bahkan diperkirakan mencapai USD38 miliar.

Namun siapa sangka, pandemi datang dan menghantam bisnis travel secara telak. Dunia serasa terbalik dan Airbnb mendadak dihadapkan pada krisis eksistensi.

Dilansir Forbes, pada April 2020 transaksi di Airbnb turun hingga 72% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, pada bulan Maret-April, lebih banyak pesanan yang dibatalkan ketimbang pesanan baru yang masuk.

Untungnya, melihat situasi yang tidak begitu menguntungkan, tim manajemen dapat bergerak cepat dan melakukan restrukturisasi besar demi menyelamatkan perusahaan. Sejak saat itu, Airbnb perlahan bergerak ke arah yang lebih baik. Hasilnya, pada bulan Juni jumlah transaksi Airbnb merangkak naik 1%.

Meski begitu, bukan berarti Airbnb sudah lepas dari tekanan ya. Pendapatan mereka masih jauh dari tahun sebelumnya. Namun, strategi Airbnb menunjukkan sinyal positif dan membuat perusahaan mereka menjadi salah satu bisnis travel yang bertahan cukup baik di tengah pandemi.

Lalu, apa saja strategi yang mereka terapkan dan bisa kita jadikan pelajaran?

(Ciri khas Airbnb menyambut tamunya)

1. Efisiensi pengeluaran

Meski dilakukan dengan berat hati, Airbnb harus memangkas 25% pekerjanya. Selain itu ada pemangkasan pengeluaran besar-besaran, termasuk pemotongan gaji para petingginya dan penundaan pembangunan fasilitas.

Selain itu, Airbnb juga menyusun ulang rencana bisnis mereka di tahun-tahun mendatang dengan menyesuaikan kondisi saat ini. Rencana yang dirasa akan memberatkan keuangan perusahaan akan ditunda dulu.

2. Fokus pada inti bisnis

Brian Chesky, sang pendiri Airbnb, sadar bahwa pandemi harus dihadapi dengan sikap realistis. Hal ini diungkapkan Brian dalam surat kepada para pemegang saham Airbnb.

"Pandemi membuat kita sadar bahwa kita tidak akan bisa mengejar semua yang kita inginkan. Maka Airbnb harus fokus kembali ke inti bisnis yang sebenarnya, yaitu sebagai host untuk para pemilik properti," katanya.

Dengan strategi tersebut, Airbnb akan menghentikan pengembangan bisnisnya ke arah yang lain dan mengalihkan sumber daya yang mereka miliki untuk mendukung inti bisnis perusahaan. Pilihan yang bijak, kan?

3. Berpikir kreatif

Saat pandemi membuat banyak orang tidak bisa menikmati offline experience, Airbnb berpikir kreatif dan menawarkan online experience. Langkah tersebut terbukti sukses dan disukai banyak orang, sehingga Airbnb dapat bergerak ke arah yang lebih positif di tengah pandemi.

4. Tetap optimistis

Pada masa awal pandemi menghantam Airbnb, akan sangat mudah untuk kehilangan kepercayaan diri dan menyerah. Namun, Brian tidak mengizinkan hal itu terjadi. Airbnb optimis bahwa dalam jangka panjang atau setelah pandemi berakhir bisnis mereka akan melejit lagi.

Bagaimana dengan kamu? Apa yang sudah kamu lakukan untuk bisnismu agar bisa bertahan di masa pandemi? Jika bisnismu terdampak pandemi, coba yuk susun ulang lagi strategi bisnismu untuk ke depannya.

Kamu bisa tiru strategi Airbnb dengan melakukan efisiensi yang tepat sasaran. Dengan melakukan efisiensi dan pengelolaan keuangan yang baik, bisnis akan berjalan lebih baik dan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan tepat.

Makanya, penting banget bagi para pemilik bisnis untuk memiliki "senjata" yang memudahkan dalam hal pengelolaan keuangan bisnis.

Nah, inilah saatnya kamu mengenal KlikBCA Bisnis. Layanan finansial bisnis dari BCA tersebut sudah dipercaya oleh banyak pebisnis sukses, lho.

Dengan berbagai fitur seperti rekening koran, e-billing pajak, multi-auto transfer, informasi pinjaman, hingga pembayaran tagihan, KlikBCA Bisnis akan menjadi layanan yang efisien dalam pengelolaan bisnis.

Yuk, kenalan lebih dekat dengan KlikBCA Bisnis di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.