Mengupas Peluang Bisnis Camilan Pisang Kekinian

Mengupas Peluang Bisnis Camilan Pisang Kekinian
Mengupas Peluang Bisnis Camilan Pisang Kekinian

Salah satu bisnis yang tak akan pernah mati adalah makanan dan minuman. Sebab, manusia akan selalu butuh makan dan minum. Langkah inovatif seperti menyesuaikannya dengan selera anak muda masa kini, produk unik pun bisa lahir dan punya potensi bisnis besar. Salah satunya adalah pisang kekinian.

Fransiskus Ricky adalah salah satu orang yang membuktikannya. Berawal dari coba-coba resep dengan kekasihnya, Bunga Deviani, Ricky pun membuka Froz Banana pada 2015. Froz Banana sendiri menyajikan pisang beku dengan berbagai taburan (topping) seperti coklat, almond, nutella dan lain sebagainya.

Kini, Ricky berhasil mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah dengan jumlah gerai mencapai lebih dari 40 gerai di seluruh Indonesia. Seperti ditulis Kontan, ada beberapa hal menjadi rahasia sukses Ricky.

Fokus Membidik Pasar

Saat pertama mencoba bisnis ini, Ricky sempat ragu karena resepnya terbilang baru di Indonesia. Awalnya, dia membuka gerai di gelaran Car Free Day di kawasan Thamrin, Jakarta. Di sana, Ricky sempat merasakan gerobaknya disita Satpol PP.

Setelah itu, dia berjualan lagi. Kali ini, dia memilih kegiatan di kampus. "Jujur, saya sempat kurang yakin waktu itu. Tapi waktu buka stand di acara kampus London School, jadi semangat lagi. Karena tak disangka, peminat Froz Banana banyak," ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, Ricky mulai fokus membidik pasar mahasiswa. Dia gencar promosi melalui media sosial seperti Instagram. Dia juga sering berpartisipasi di acara kampus setidaknya dua kali sebulan.

Mewaralabakan Bisnis

Agar lebih dikenal dan berkembang, Ricky membuka tawaran kemitraan bagi Froz Banana. "Kemitraan Froz Banana mendapat respons yang baik dari masyarakat. Bahkan mitra pertama kami berasal dari Makassar," tukasnya.

Meski begitu, sistem waralaba Froz Banana mengalami beberapa tantangan. Salah satunya adalah karena sulitnya menentukan mitra yang tepat dan sesuai visi-misi Ricky. Dia juga sering menemukan mitra bisnis yang menganggap bisnisnya sebagai pendapatan sampingan.

Target 1.000 Gerai

Menghadapi masalah tersebut, sampai 2019, Ricky mengaku akan fokus mengembangkan waralaba di Jabodetabek. Alasannya, agar dia lebih bisa mengawasi mitranya. Meski begitu, mitra yang beroperasi di luar Jabodetabek akan tetap dipertahankan.

Ricky pun punya konsep untuk mengembangkan waralaba di luar Jabodetabek. Salah satunya adalah dengan menyediakan auditor di tiap propinsi. Konsep ini akan dilakukan setelah 2019.

Dalam bayangannya, dia punya target bisa memiliki 1.000 gerai di seluruh daerah.

MORE FROM MY SITE