Menilik Industri Gim Lokal yang Menantang

Menilik Industri Gim Lokal yang Menantang
Menilik Industri Gim Lokal yang Menantang

Industri gim tanah air saat ini memang belum menjadi lirikan mayoritas pihak. Terbukti, hasil riset dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI), penguasaan industri gim lokal hanya 9,5% dari pangsa pasar yang ada.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia mencatat, industri gim lokal mengalami pertumbuhan luar biasa dan menembus peringkat 17 besar dunia dengan nilai omzet hampir US$600 juta pada 2016.

"Jumlah tersebut mengalami peningkatan hampir 100% dibanding tahun sebelumnya menghasilkan pendapatan senilai US$321 juta," ujar Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari baru-baru ini.

Karenanya, Bekraf sedang melakukan akselerasi untuk meningkatkan kemampuan, kualitas dan animo para pengembang gim lokal agar mampu memanfaatkan potensi pasar yang menjanjikan tersebut.

Di tahun ini, Bekraf resmi menggelar BEKRAF Game Prime 2016 yang mempertemukan para pengembang gim, penikmat gim, dan pelaku industri gim lokal maupun luar negeri. Agar bisa bersaing, Bekraf menekankan pentingnya konten lokal dalam pengembangan gim di tanah air.

Sebab, kearifan lokal akan membuat gim lebih mudah diterima pengguna lokal. Misalnya seperti gim Tahu Bulat dan Teka Teki Saku.

"Pertumbuhan pasar gim daring (online) di Indonesia di atas 50%. Produk gim Indonesia yang bisa berjaya di pasar Indonesia adalah yang mengangkat kearifan lokal dan itu sudah dibuktikan beberapa anak bangsa," kata Hari.

Sementara dari sisi regulasi, Bekraf dan AGI mendukung upaya Kominfo menerapkan Game Rating System yang rencananya akan berlaku pada akhir tahun ini. Regulasi ini diharapkan menjadi aturan main yang adil bagi para pelaku industri gim.

MORE FROM MY SITE