Optimalkan Jangkauan Bisnis Lewat Iklan Daring

Optimalkan Jangkauan Bisnis Lewat Iklan Daring
Optimalkan Jangkauan Bisnis Lewat Iklan Daring

Ada banyak faktor yang memengaruhi kesuksesan sebuah bisnis. Salah satunya adalah bagaimana cara pemilik bisnis membuat agar bisnisnya bisa dikenal khalayak luas. Dalam hal ini, iklan menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan itu.

Salah satu 'senjata' ampuh yang ada saat ini adalah menggunakan iklan daring (online) dari Google, khususnya Google AdWords. "(Saat ini), makin banyak pemilik bisnis yang menggunakan Google AdWords untuk mempromosikan bisnis mereka," ungkap Kepala Komunikasi Perusahaan Google Indonesia Jason Tedjasukmana.

Jason pun memberikan kiat jitu untuk melakukan optimalisasi iklan menggunakan Google AdWords. Pertama, buat kampanye dengan beberapa iklan dan kata kunci. "Atur kampanye berdasarkan topik, produk atau geografi," katanya.

Jason juga menyarankan, pemilik bisnis tak perlu ragu mengelompokkan kata kunci sejenis untuk membuat iklan yang ditargetkan ke masing-masing kelompok. Langkah tersebut akan meningkatkan penargetan dan relevansi iklan itu sendiri.

Jason mencontohkan, jika bisnis menjual produk spa, maka buat kelompok yang berbeda untuk lotion, lilin, parfum, dan lainnya. Kedua, tak selamanya menulis nama bisnis itu efektif. "Banyak pemilik bisnis skala kecil bersikeras selalu menempatkan nama bisnis mereka di headline iklan. Hal ini kadang bisa saja kurang efektif," ungkapnya.

Sebab, lanjutnya, jika calon konsumen mencari secara daring, mereka mungkin tak tahu siapa kamu dan nama bisnismu. Karenanya, gunakan ruang tulisan iklan yang terbatas untuk mempromosikan manfaat utama produk, menjelaskan keunggulan layanan, dan menawarkan promo khusus atau diskon lain yang bisa memikat calon konsumen.

Jason mencontohkan kasus Nosa Sipda Pratama pemilik Kofluck. Jason bilang, Nosa berhasil meningkatkan penjualan kopinya hingga 60% dengan pengunaan kata kunci yang tepat di Google AdWords Express.

"Nosa tidak menulis nama bisnisnya, melainkan apa yang ia tawarkan, 'Supplier Kopi Jawa Barat'. Sederhana, tetapi efektif," katanya. Terakhir, konsistensi antara iklan dan situs web. Salah satu sumber utama ketidakpuasan konsumen adalah harapan yang tak terpenuhi.

Hal ini terjadi ketika calon konsumen masuk ke situs web, mereka mendapati perbedaan antara iklan yang mereka klik dengan tawaran yang ada di situs web. "Perbedaan ini bisa dalam hal produk, jenis, harga, hingga kualitas," ujarnya.

Oleh karenanya, pastikan antara iklan dan produk atau layanan yang kamu tawarkan di situs web, sesuai. Misalnya, kamu beriklan sneakers, pastikan calon konsumen yang mengklik iklan tersebut mendarat di laman sneakers, bukan sepatu kulit atau sepatu bola.

"Selain itu, untuk meningkatkan kemungkinan penjualan atau konversi, pastikan URL iklan mengarahkan orang ke laman tertentu dalam situs web milikmu yang secara jelas dan baik menampilkan informasi atau produk yang kamu tawarkan di iklan," paparnya.

Sebab, kesan pertama sangat penting. Pada umummya, dalam hitungan detik, para calon konsumen dengan cepat akan memutuskan untuk tetap di suatu situs web atau segera beralih ke situs lain.

"Jadi, pastikan laman situs web milikmu tak hanya sesuai dengan iklanmu, juga menampilkan produk dengan sebaik mungkin guna mendukung konversi," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE