Pebisnis Harus Tahu, Jenis-jenis Transfer Dana Pada Bank

Ilustrasi jenis-jenis transfer
Ilustrasi jenis-jenis transfer

Transfer uang merupakan hal dasar dalam setiap bisnis. Namun ternyata banyak yang belum paham tentang perbedaan jenis transfer yang ada pada bank.

Ketidakpahaman ini bisa saja menimbulkan kesalahpahaman saat bertransaksi. Misalnya, salah satu pihak mengklaim sudah melakukan transfer dana, namun pihak penerima merasa belum menerimanya karena belum masuk di mutasi rekening.

Hal ini tentu akan menghambat proses transaksi jual beli atau menimbulkan rasa curiga, terutama ketika kedua belah pihak baru pertama kali bertransaksi.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya kamu kenalan dulu dengan jenis-jenis transfer dana pada bank berikut ini.

1. Kliring

Dalam istilah perbankan, istilah kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG) merupakan satu dari tiga metode transfer uang yang dapat dipilih oleh setiap nasabah yang hendak memindahkan uangnya ke rekening lain, baik itu ke rekening pribadi maupun rekening orang lain.

Metode pengiriman dengan kliring biasanya digunakan untuk utang-piutang dalam bentuk surat dagang, surat berharga jangka pendek, dan obligasi. Sedangkan batas maksimal transfernya Rp1 miliar.

Pada metode kliring, dana yang ditransfer tidak bisa langsung diterima oleh rekening tujuan transfer, biasanya butuh 2-3 hari kerja. Hal ini karena pihak bank akan memvalidasi pengiriman uang terlebih dulu.

Meski butuh waktu 2-3 hari kerja, kliring memiliki keuntungan tersendiri, yakni biaya yang lebih murah dibandingkan metode transfer lainnya. Bank Indonesia telah menetapkan biaya maksimal Rp2.900 untuk nasabah yang berlaku hingga 31 Desember 2021

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.