Penyebab Bisnis Rintisan Gagal Mendapat Dana

Penyebab Bisnis Rintisan Gagal Mendapat Dana
Penyebab Bisnis Rintisan Gagal Mendapat Dana

Bisnis rintisan atau startup merupakan model bisnis yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Bahkan, Indonesia memiliki gerakan nasional 1000 startup yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) agar Indonesia menjadi negara maju dengan anak muda sebagai penggeraknya.

Ketika startup sudah didirikan, langkah selanjutnya adalah tahap pengembangan. Pada tahap ini, umumnya startup memiliki keterbatasan dana sehingga harus mencari pendanaan dari pihak lain, seperti dari angel investor, venture capital, dan crowdfunding

Lalu, apa yang membuat startup gagal ketika ingin memperoleh pendanaan dari para investor? Berikut beberapa hal penyebabnya:


  1. Tidak Sesuai Kebutuhan Pasar


Pada riset yang dilakukan 101 Startup, alasan utama startup bisa gagal karena 42% yang mereka kerjakan tidak memiliki pasarnya. Padahal, upaya pertama saat membangun startup, kamu harus berpikir mengenai peluang dan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Ingat, sebuah usaha baru itu akan bertahan jika ada pelanggannya.

  1. Strategi


Ketika investor ingin mendanai sebuah startup, mereka tidak hanya melihat dari seberapa besar jumlah pengguna atau unduhan saja. Tetapi, mereka melihat strategi apa yang kamu lakukan untuk memenangkan pasar, visi serta misi jangka panjang, dan mereka akan melihat peluang bisnis kamu 4-5 tahun ke depan.

  1. Tim Kerja


Selain harus memiliki tim kerja yang solid dan dapat bekerja sama dengan baik, pihak investor terkadang memiliki kriteria tersendiri untuk tim kerja yang sebuah startup. Misalnya, investor lebih memilih perusahaan yang memiliki dua co-founder.

  1. Tidak Relevan


Terkadang banyak startup memiliki ide sangat menarik dan memiliki aplikasi dengan teknologi sangat canggih. Akan tetapi, teknologi tersebut tidak relevan, terlalu teknis, atau sulit untuk diaplikasikan.

  1. Mengabaikan Detail


Google melihat sebagian besar startup di Indonesia sering mengabaikan hal-hal detail. Misalnya, pemilihan kata-kata atau kalimat pada aplikasi yang kurang pas atau sulit dimengerti.

  1. User Research


Banyak startup berpikir melakukan penelitian pengguna (user research) membuang waktu dan biaya. Padahal, user research sangat penting dilakukan. Misalnya, ketika akan mengubah tampilan website atau mobile app. Jangan sampai pengalaman pengguna menjadi tidak nyaman, tidak sesuai dengan kebutuhan, dan akhirnya pengguna beralih pada produk lain.

  1. Tidak Sesuai Kriteria


Terakhir, kamu juga harus mengetahui profil dan rekam jejak investor. Sebab bisa saja, produk kamu ternyata tidak sesuai kriteria atau tidak berhubungan dengan fokus bisnis yang dijalankan investor.

MORE FROM MY SITE