Peralihan Layanan Transportasi Menjadi Berbasis Aplikasi Daring

Peralihan Layanan Transportasi Menjadi Berbasis Aplikasi Daring
Peralihan Layanan Transportasi Menjadi Berbasis Aplikasi Daring

Beberapa waktu lalu, banyak pelaku penyedia layanan transportasi melakukan unjuk rasa pada penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring (online). Hal ini membuat regulator sekaligus mediator menjalani serangkaian pertemuan guna mencari solusi terbaik.

Saat ini, ada dua penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring, Grab dan Uber. Kedua penyedia ini sejak beberapa waktu lalu bermasalah dengan aturan transportasi umum di Indonesia.

Keduanya berencana melakukan penyelesaian dengan melakukan masa transisi atau peralihan. Apalagi saat ini status kedua perusahaan tersebut dalam kondisi tetap beroperasi, namun tak bisa melakukan ekspansi.

Grab dan Uber sepakat mengikuti syarat yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Kedua perusahaan berbasis teknologi ini akan membuat badan hukumnya sendiri berupa koperasi.

Grab dan Uber akan menjadi pengelola koperasi itu. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebelumnya mengungkapkan bahwa hal ini aga kendaraan operasional legal.

Langkah ini diyakini akan lebih efisien dan bisa mendorong semua transportasi umum menggunakan teknologi informasi.

Peralihan ini nantinya mewajibkan Grab dan Uber mengurus legalitas armada yang terdaftar di layanannya, seperti mengurus izin sebagai perusahaan penyelenggara angkutan umum, mengurus pendaftaran kendaraan, KIR, dan penggunaan SIM A Umum yang menjadi persyaratan pengemudi.

MORE FROM MY SITE