Ragam Penipuan yang Kerap Hampiri Bisnis Daring

Ragam Penipuan yang Kerap Hampiri Bisnis Daring
Ragam Penipuan yang Kerap Hampiri Bisnis Daring

Tiap bisnis memiliki jenis tindak kejahatan, khususnya penipuan yang berbeda-beda. Di bisnis daring (online) saja, beda bidang bisnis, beda pula penipuan yang menghampiri. Misalnya seperti yang dialami perusahaan platform on-demand Go-Jek.

"Jualan utama kami adalah kepercayaan antara mitra Go-Jek dengan pelanggan. Dari sini, banyak muncul penipuan. Modus yang sering muncul adalah pesanan fiktif," ungkap Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim.

Selain itu, untuk kejahatan dengan orientasi uang, ada oknum mitra yang memiliki banyak ponsel yang sudah dipasang aplikasi Go-Jek kemudian melakukan pemesanan. "Terbaru, ada mitra Go-Jek yang melakukan pemesanan pada akun dia sendiri demi mendapatkan iPhone," kata Nadiem.

Seperti diketahui, saat ini Go-Jek menerapkan sistem Go-Points yang bisa ditukarkan dengan berbagai kupon, salah satunya adalah berhadiah iPhone 7.

Berbeda, kasus-kasus yang dialami Loket.com bisa lebih merugikan. "Modus yang sering terjadi pada kami adalah munculnya situs penipu yang memiliki tampilan persis Loket.com. Melalui situs ini, penjahat menjual tiket-tiket VIP yang memang harganya mahal," ungkap CFO Loket.com Emi Surya Dewi.

Bahkan, lanjut Emi, penjahat membuat desain tiket yang juga sangat mirip dengan tiket asli yang dikirim Loket.com pada pembeli.

"Pembeli biasanya baru tahu kalau tiket mereka palsu ketika sudah berada di lokasi (konser, misalnya). Ia akan sadar ketika petugas mengatakan bahwa tiketnya tidak bisa dipakai," katanya.

Berbeda lagi dengan yang kerap ditemui Co-Founder dan CCO Tiket.com Dimas Surya Yaputra. Modus yang terjadi di Tiket.com adalah terkait kartu kredit. "Modus yang paling banyak terjadi di travel online adalah di kartu kredit," ungkapnya.

Biasanya, penjahat di modus ini akan menawarkan promo wisata atau tiket murah melalui kartu kredit. Jadi, penjahat akan menghubungi korban dengan modus tersebut dan mengaku dari bank tertentu.

Di tahap ini, penjahat akan menanyakan rincian kartu kredit dan data diri korban dengan mengatasnamakan pihak bank. Biasanya, korban baru akan sadar ketika muncul tagihan yang ternyata tidak ia lakukan.

MORE FROM MY SITE