RI Butuh Jurusan Kuliah Ini Agar Mirip Korea

RI Butuh Jurusan Kuliah Ini Agar Mirip Korea
RI Butuh Jurusan Kuliah Ini Agar Mirip Korea

Pemerintah sedang berencana membuat Indonesia sebagai negara berbasis manufaktur seperti Korea dan Jepang. Pertumbuhan industri diharapkan bisa lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi, seperti di era orde baru.

Untuk itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkap, ada dua jurusan studi yang akan menjadi tulang punggung dan masa depan Indonesia. Jurusan tersebut adalah Engineering (Insinyur) dan Science (Ilmu pasti) yang bisa mengantarkan Indonesia sebagai negara.

Menurut Bambang, Indonesia perlu insinyur dan alumni ilmu pasti yang lebih banyak agar RI bisa menjadi negara industri yang mandiri dan memiliki daya saing.

Tujuannya tak lain adalah agar Indonesia bisa berhasil melakukan transformasi dari negara yang mengandalkan komoditas ke pengembangan industri manufaktur.

"Ekonomi Indonesia sedang mengalami transformasi. Dulu kita terbuai dengan harga komoditas, jadi yang laku insinyur tambang. Sekarang, harga minyak dan komoditas lain turun, kita perlu mengembangkan manufaktur. Peran insinyur dan alumni ilmu pasti sangat besar," paparnya.

Harus diakui, Indonesia perlu belajar dari Korea Selatan (Korsel) untuk menjadi negara industri. Meski tak sekaya Indonesia dalam hal sumber daya alam, Korsel mampu menjadi negara maju dengan mengandalkan industri dalam negeri.

Negeri ginseng ini maju pesat berkat pabrik elektronik sekelas Samsung. "Kita butuh negara industri dengan dukungan sumber daya manusia. Kita ingin jadi Korea kedua," pungkas Bambang.