Tak Perlu Menunggu Kapitalisasi Besar Bila Ingin Melantai di Bursa

Tak Perlu Menunggu Kapitalisasi Besar Bila Ingin Melantai di Bursa
Tak Perlu Menunggu Kapitalisasi Besar Bila Ingin Melantai di Bursa

Ada banyak cara bisa kamu lakukan untuk mendapat dana segar untuk keperluan bisnis. Kamu bisa mencoba mencari pinjaman ke bank, menjual aset atau dengan melakukan penawaran saham perdana ke publik (Initial Public Offering/IPO).

Untuk pilihan terakhir, nampaknya banyak yang masih belum benar-benar memahani teknisnya. Padahal, bisa kamu mau, kamu juga bisa melakukan IPO. Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, melalui IPO kamu bisa melipat gandakan nilai kapitalisasi perusahaan.

"Perusahaan bisa Go Public tanpa perlu menunggu nilai kapitalisasi yang besar. Apalagi, karena kinerja pasar modal yang cukup baik, perusahaan bisa (segera) merealisasikan rencana IPO. Ekonomi pun lebih bagus, kepercayaan lebih bagus, jadi waktunya memobilisasi dana," kata Tito seperti dikutip Infobank.

Hal ini pula yang akhirnya membuat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberi dukungan pada BEI melalui Workshop Road to Go Public with BCA untuk memberi awareness dan konsultasi teknis mengenai IPO pada 60 peserta yang merupakan debitur korporasi dan komersial BCA yang belum IPO.

"Kami berharap debitur korporasi dan komersial BCA akan semakin mantap melaksanakan IPO berkat acara ini. Kami berharap debitur bisa menyadari manfaat permodalan yang diperoleh dari pasar modal dalam meningkatkan modal kerja perusahaan, yang penting untuk pertumbuhan perusahaan, melakukan investasi, hingga melakukan akuisisi," ujar Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono.

Armand juga mengungkap, salah satu hal yang mempengaruhi mulusnya IPO adalah pelaksanaan Good Corporate Gorvernance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

"Penerapan GCG menjadi penting karena dapat berkontribusi mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang (sustainable) dan meningkatkan kepercayaan para investor, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lain," ungkapnya.

Di BCA, lanjut Armand, pelaksanaan praktik GCG selalu berpedoman pada nilai transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran.