Tetaplah Hidup Sederhana Meski Sudah Meraih Kesuksesan

Tetaplah Hidup Sederhana Meski Sudah Meraih Kesuksesan
Tetaplah Hidup Sederhana Meski Sudah Meraih Kesuksesan

Ada banyak toko perabot rumah tangga yang bisa menjadi pilihan. Salah satu yang termasuk pendatang baru di Indonesia adalah IKEA. Gerai furnitur asal Swedia itu juga menawarkan menu makanan yang membuat banyak orang ingin mencobanya.

Nama IKEA sendiri tak bisa lepas dari Ingvar Kamprad. Pria yang tutup usia di usia 91 tahun pada awal tahun ini mendirikan IKEA pada 1943. Hingga kini, IKEA tercatat memiliki 403 gerai di 49 negara dengan 936 pengunjung dan pendapatan US$47,6 miliar pada 2017.

"Jika bukan karena IKEA dan Ingvar, banyak orang mungkin tak punya akses ke produk desain kontemporer terjangkau. IKEA berhasil fokus pada sisi modern perabotan," tulis Icon pada 2005 ketika menobatkan Ingvar sebagai tokoh 'Pencipta Selera' paling berpengaruh di dunia.

Menurut kutipan Bisnis Indonesia, Ingvar sudah mulai berbisnis sejak usia lima tahun dengan menjual korek api pada tetangganya. Ketika bersekolah, dia menjual hiasan pohon Natal, bibit tanaman dan pensil menggunakan sepedanya.

Pada 1948, dia mulai menjual perabotan. Nama IKEA sendiri merupakan inisial namanya dan tempat ia dibesarkan, yakni Elmtaryd, Agunnaryd. Ide menjual perabotan rakitan (flatpack) sendiri ditemukan karyawannya, Gillis Lundgren.

Kala itu, keduanya kebingungan memasukkan meja yang ia jual ke dalam mobil. Gillis pun mengusulkan membongkar meja tersebut yang nantinya bisa dirakit kembali. Ingvar pun mengadopsi ide itu hingga kini.

Tetap Hidup Sederhana

Meski sudah sukses, Ingvar terkenal sederhana . Bloomberg mencatat kekayaannya mencapai US$58,7 miliar. Namun, selama hidup, Ingvar terkenal enggan mengenakan jas dan dasi saat bekerja.

Ketika bekerja, ia juga mengendarai Volvo tuanya. Dia juga terkenal suka membawa pulang sisa teh kantong yang belum diseduh. Begitu juga dengan garam dan merica sachet yang tidak dikonsumsi di restoran.

Gaya hidup sederhana ini juga diterapkannya di perusahaan. Di kantornya, ada tulisan besar berisi pesan bahwa membuang sumber daya adalah dosa. Ketika pergi ke luar kota atau ke luar negeri, karyawannya harus menggunakan transportasi dan penginapan murah.

Luar biasa, bukan?

MORE FROM MY SITE