Tips Melayani Pelanggan Makan di Tempat Selama 20 Menit

Kebijakan PPKM Level 4 Jawa Bali membolehkan pelaku usaha kuliner melayani pelanggan makan di tempat selama 20 menit.
Kebijakan PPKM Level 4 Jawa Bali membolehkan pelaku usaha kuliner melayani pelanggan makan di tempat selama 20 menit.

Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa-Bali, dengan beberapa penyesuaian baru. Salah satunya mengizinkan pelaku usaha kuliner melayani pelanggan makan di tempat selama 20 menit.

Beberapa pengusaha kuliner seperti kafe dan restoran menyikapi kebijakan ini dengan berbagai reaksi. Ada yang bersyukur karena bisa memutar roda perekonomian kembali, tapi ada juga yang mengkritik karena sulitnya membatasi waktu makan pelanggan.

Toni, misalnya. Pemilik salah satu kedai kopi di bilangan Depok ini merasa bersyukur atas pelonggaran kebijakan ini. Menurutnya, demi kebaikan bersama, tidak ada salahnya mengikuti program yang sudah dibuat.

Ngerti sih kenapa temen-temen (pengusaha lain) ada yang protes. Mungkin makanan yang dijual itu memang perlu waktu buat dimakan. Belum waktu masaknya. Kalau seperti saya, minuman bisa take away, jadi bersyukur masih bisa jalan (bisnisnya),” katanya.

“Orang makan itu sebenarnya cepet. Yang lama kan ngobrolnya. Dulu pelanggan saya ada aja yang ngopinya segelas, ngobrolnya dua jam,” imbuhnya.

Ya, saat kebijakan PPKM Darurat diberlakukan, Toni memaksimalkan usahanya dengan layanan bawa pulang (take away) dan delivery order via ojek daring. Kini, ia mulai menerima kembali pelanggan yang ingin makan di tempat dengan sejumlah kebijakan. Ini tips dari Toni.

Strategi Melayani Pelanggan Makan di Tempat Selama 20 Menit

1. Sambut dan Sapa (Beri arahan soal batasan waktu makan)

Tidak semua pelanggan tahu aturan baru. Maka ini justru jadi kesempatan kamu untuk mengenal pelanggan dengan menyambut dan menyapanya. Di sela sapa, kamu bisa mempersilakan duduk sambil memberi arahan soal aturan makan di tempat selama 20 menit.

2. Siapkan dan Batasi Menu

Batasi menu, terutama yang membutuhkan waktu masak yang lama. Jangan biarkan pelanggan terbuang waktunya hanya karena menunggu kamu menyiapkan pesanan. Siapkan menu favorit pelanggan, sehingga ketika mereka memesannya, makanan bisa lebih cepat diantar.

Bagus lagi bila kamu menyediakan platform pemesanan via online sehingga pelanggan bisa order dulu sebelum tiba di tempat.

3. Informasikan Menerima Pemesanan Online

Ini penting. Beri nomor teleponmu atau promosikan kedai, kafe, atau restoranmu di aplikasi pemesanan online. Strategi ini selain menjaga engagement dengan pelanggan, juga untuk berjaga-jaga apabila ada kebijakan baru lagi dari pemerintah. Dengan begitu, pelanggan tahu bahwa kamu tetap buka dan menerima pesan antar ke rumah.

4. Tunjukkan Bahwa Tempat Makanmu Bersih

Tunjukkan ke pelanggan bahwa kamu menjunjung tinggi kebersihan. Misalnya bersihkan meja, semprot gagang pintu, gunakan sarung tangan, dan lain-lain. Dokumentasikan aksi bersih-bersih ini dan publikasikan di media sosialmu.

5. Gunakan Metode Pembayaran Cashless

Tawarkan ke pelanggan untuk menggunakan pembayaran nontunai alias cashless demi kenyamanan. Kamu bisa mengandalkan QR Code yang bisa kamu dapatkan dari mesin EDC kamu.

Salah satu EDC yang bisa mengeluarkan QR Code untuk pembayaran adalah EDC BCA. Dengan begitu, pelanggan tinggal scan QR Code lalu bisa langsung melakukan transaksi tanpa harus ribet memasukkan nomor rekening ataupun mengurus kembalian.

Itulah tadi tips melayani pelanggan makan di tempat selama 20 menit. Kuncinya memang terletak di awal perjumpaan kamu dengan pelanggan. Jadi, mari sambut dan sapa mereka dengan baik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Semangat, kamu pasti bisa.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.