Tren Wisata Halal yang Mulai Mendunia

Tren Wisata Halal yang Mulai Mendunia
Tren Wisata Halal yang Mulai Mendunia

Iklim pariwisata terus berkembang. Salah satu perkembangannya adalah wisata hahal yang telah menjadi tren yang mendunia. Kini, banyak negara menawarkan wisata halal dengan target pelancong muslim.

Wisata halal merupakan sebuah kegiatan melancong yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, termasuk ketersediaan hotel halal, makanan-minuman halal, serta fasilitas untuk beribadah. Tak hanya negara dengan penduduk mayoritas muslim, seperti Malaysia dan Indonesia, yang mendominasi pasar wisata muslim. Inggris dan Jepang pun sudah menerapkan wisata halal.

Huffingtonpost.co.uk (10/04/2017) melaporkan catatan Visit Britain (badan pariwisata nasional Inggris) bahwa pelancong asal negara-negara Timur Tengah adalah pemboros terbesar di Inggris. Laporan lain menyebutkan turis dari Arab Saudi selalu berbelanja saat berlibur ke luar negeri. Minat wisata halal juga dilirik oleh restoran cepat saji. Beberapa di antaranya, KFC, Subway, dan Nandos, yang menawarkan makanan halal kepada pengunjung muslim.

Jepang pun melakukan hal tersebut dengan target pasar pelancong muslim Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan npr.org (26/11/2017), Jepang menawarkan visa-free entry untuk pelancong kedua negara dan menyediakan restoran halal serta tempat salat di Bandara Internasional Narita sejak 2014. Maskapai pun seperti tak ketinggalan mengikuti tren ini. Malaysia Airlines dan Japan Airlines sudah menyediakan makanan halal selama perjalanan.

Itulah sekilas gambaran wisata halal di dua negara non-muslim. Tren wisata halal ini akan terus tumbuh di berbagai negara karena negara muslim dan non-muslim melirik tren tersebut untuk mendorong pertumbuhan periwisata mereka.

Pertumbuhan tersebut dihubungkan dengan beberapa alasan. Pertama, masih dari laporan huffingtonpost.co.uk, peningkatan populasi muslim dunia ikut menambah jumlah pelancong muslim. Hal tersebut memberikan keuntungan cukup besar bagi pariwisata di berbagai negara yang memiliki pilihan wisata halal di negaranya. Kedua, semakin banyak muslim yang peduli terhadap makanan dan menggunakan layanan wisata yang lekat dengan prinsip Islam, berdasarkan peneliti wisata halal, Mohammed Battour. Penelitian Mohammed Battour juga menunjukkan pelancong muslim menjadi sadar dengan pilihan halal terhadap kebutuhannya.

Sedangkan di Indonesia, Kementerian Pariwisata telah mengumumkan destinasi wisata halal. Beberapa di antaranya provinsi D.I. Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Awal Januari lalu, Indonesia menduduki rangking keempat dalam Halal Travel Indicator, sebuah sistem peringkat yang mencantumkan 10 negara di dunia yang memiliki ekosistem wisata halal berkembang dengan baik.

Buat kamu yang berencana untuk melancong ke luar negeri, saat ini tidak perlu khawatir karena tren wisata halal yang mulai diterapkan di berbagai negara dan akan memberikan kemudahan selama kamu menikmati liburan di negara tersebut.

MORE FROM MY SITE