Tumbuh Pesat, E-Commerce RI Paling Siap di ASEAN

Tumbuh Pesat, E-Commerce RI Paling Siap di ASEAN
Tumbuh Pesat, E-Commerce RI Paling Siap di ASEAN

Pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia, dari tahun ke tahun mencapai 20%. Saat ini pengguna internet aktif di Indonesia, baik lewat perangkat mobile atau komputer, sudah mencapai 74,6 juta.

Di sisi lain, penetrasi internet ini ternyata masih terbilang rendah di banding Negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. "Karenanya, masih banyak ruang untuk berkembang di industri ini," ungkap Direktur PT Midtrans (Veritrans Indonesia) Budi Gandasoebrata.

Anggota Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) ini juga mengungkapkan bahwa berkembangnya kelas menengah di Indonesia menjadi pendorongnya. Bahkan, perkembangan e-commerce ini sudah mulai merambah kota-kota second tier seperti Yogyakarta, Surabaya dan lainnya.

"Fenomena urban growth ini membuat Indonesia paling siap di ASEAN. Didukung infrastruktur yang sudah berkembang dan pembeli yang kian teredukasi soal belanja online," katanya. Tanda-tanda e-commerce mulai diminati juga kian jelas.

Budi mencontohkan, kini pembeli online tak enggan membayar ongkos kirim demi kenyamanan yang ditawarkan para penjual online. "Ongkos kirim bukan lagi masalah karena orang lebih memilih menunggu dengan nyaman di rumah tanpa harus menembus macet menuju toko untuk membelinya langsung," ujarnya.

Budi yakin, dalam kurun 5 tahun ke depan, e-commerce Indonesia akan naik 10 kali lipat, dari hanya 3% menjadi 30%. Saat ini pula, pengguna layanan belanja online sudah mencapai 13 juta jiwa.

Pada 2016, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 20%. Meski begitu, harus diakui, Indonesia masih kalah dari Tiongkok yang pasarnya sudah lebih matang.