4 Hal Agar Terhindar dari Penipuan Investasi Online

Jangan sampai kamu tertipu investasi bodong
Jangan sampai kamu tertipu investasi bodong

Kemajuan teknologi yang begitu pesat telah memberikan begitu banyak kemudahan, tak terkecuali dalam hal investasi. Sekarang, lewat ponsel pun kita bisa melakukannya kapan pun dan berapapun.

Soalnya sekarang dengan Rp100 ribu saja kamu sudah bisa ikut berinvestasi. Inilah yang akhirnya menjadi faktor mengapa banyak anak muda meminatinya.

Tapi sayang, seiring dengan itu, penjahat investasi juga ikut berkembang. Penipuan investasi online alias investasi bodong masih terus bermunculan. Mengandalkan tipu daya, para penjahat ini mengincar mereka yang lengah dan kurang mendapat literasi soal keamanan investasi.

Lantas bagaimana dong? Masak iya gara-gara para penipu ini kita tidak jadi investasi?

Investasi sangat penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang. Tanpanya, kita bisa terus hidup pas-pasan, bahkan kerepotan di masa depan. Maka dari itu, buang jauh-jauh pikiran untuk tidak berinvestasi.

Agar bisa terhindar dari penipuan investasi online, kamu bisa lakukan 4 hal ini:

1. Jaga data pribadi

Penipuan dalam investasi online bisa dilakukan karena penipu memiliki data diri pribadi korban. Untuk menghindari kemungkinan penipuan, maka jaga data-data pribadimu agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Ingat, jangan pernah mengunggah data pribadi seperti foto KTP, foto buku rekening, tanggal lahir, nama orang tua, foto NPWP, foto SIM dan data pribadi lainnya ke media sosial. Data-data tersebut dapat disalahgunakan dan rawan untuk dijadikan sasaran investasi online bodong.

2. Waspadai penelepon asing

Saat menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, kamu harus fokus dalam mendengar apa yang mereka sampaikan atau tanyakan. Dalam beberapa kasus penipuan investasi online, sang penipu akan menelepon calon korbannya seolah-olah dari instansi resmi.

Biasanya mereka akan berbicara dengan cepat agar kamu tidak sempat berpikir dan merasa terpojok untuk memberikan informasi yang mereka minta. Maka dari itu, jangan pernah memberikan data pribadi kepada orang asing agar tidak disalahgunakan.

Kamu juga bisa melakukan kroscek dengan menelepon atau menghubungi langsung instansi resmi yang namanya dicatut untuk mencari kebenaran. Jangan malas, karena ini menyangkut uangmu sendiri, lho.

3. Jangan mudah tergiur

Saat mencari informasi tentang investasi online, jangan mudah tergiur agar tidak tertipu. Penawaran yang sifatnya terlalu bagus untuk jadi kenyataan sebaiknya dihindari. Selain itu, saat proses pencarian informasi, ketika kamu menemukan hal-hal yang tidak wajar sebaiknya proses tersebut tidak usah dilanjutkan lagi.

4. Jangan sembarang memasang aplikasi

Kamu akan dapat menemukan beragam aplikasi untuk investasi online di Play Store atau App Store. Tapi jangan sembarangan dalam memilih aplikasi ya, karena bisa saja aplikasi tersebut merupakan aplikasi investasi bodong atau dapat mengambil data pribadimu.

Pilih aplikasi dari pengembang dan instansi terpercaya, serta biasakan untuk mencari ulasan aplikasi tersebut sebelum memasangnya di smartphone.

Investasi itu tujuannya untuk mendapat keuntungan, bukan malah duit melayang. Makanya untuk urusan investasi online pilih yang pasti-pasti saja dan sudah terbukti kualitasnya.

Kamu bisa manfaatkan aplikasi mobile WELMA. Aplikasi dari Wealth Management BCA ini bisa memudahkanmu mengelola uang untuk investasi reksa dana atau obligasi serta mendapatkan produk asuransi secara praktis.

Penasaran dengan WELMA? Yuk, cari tahu di sini.