Awas Fitur "Add Yours" Instagram Bisa Jadi Modus Kejahatan

Contoh modus kejahatan yang memanfaatkan tren challenge Add Yours Instagram.
Contoh modus kejahatan yang memanfaatkan tren challenge Add Yours Instagram.

Fitur stiker "Add Yours" di Instagram mencuri perhatian pengguna internet belakangan ini. Fitur baru tersebut menjadi kontroversi karena dikhawatirkan jadi modus pencurian data baru oleh para pelaku kejahatan.

Awalnya, tantangan demi tantangan (challenge) yang menggunakan fitur ini memang hanya sebatas berbagi foto-foto masa lalu. Namun belakangan, tren ini jadi kebablasan dengan munculnya tantangan berbagi data pribadi, seperti "Foto kode CVV di belakang kartu kredit", "Nama ibu kandung", "Foto tanda tangan", "Foto selfie dengan KTP, dan lain-lain.

Tantangan tersebut tentu sangat berbahaya bila diikuti sebab bisa jadi bahan profiling (mengumpulkan data diri seseorang) oleh para penjahat. Mereka pun bisa menggunakan data-data tersebut untuk melakukan modus kejahatan.

Ambil contoh seperti yang dialami pengguna Instagram bernama Dina. Ia mengikuti tantangan "Variasi Nama Panggilan" di Instagram. Dina lantas membeberkan semua nama panggilan dirinya mulai dari panggilan sewaktu kecil, panggilan di lingkup keluarga, lingkup teman sekolah, dan lain-lain. Informasi ini lantas dimanfaatkan orang jahat untuk melakukan aksi penipuan.

Modusnya, penjahat menghubungi Dina lewat sebuah pesan singkat. Ia menggunakan nama panggilan Dinot, yang merupakan panggilannya di lingkup keluarga. Penjahat berpura-pura jadi saudara Dina dan meminjam sejumlah uang.

Dina yang merasa percaya bahwa penipu tersebut benar-benar saudaranya (karena menggunakan nama Dinot), langsung mentransfer sejumlah uang yang diminta. Begitu uang ditransfer, Dina tak bisa lagi menghubungi nomor tersebut, bahkan tidak dapat menemukan jejak chat-nya karena sudah diblokir.

Apa yang dialami Dina tentu bisa jadi pelajaran untuk kita agar tidak mengikuti tantangan berbagi data pribadi. Tantangan-tantangan berbagi data pribadi ini hanyalah suatu upaya penjahat dalam melakukan aksi social engineering, yakni teknik manipulasi psikologi agar individu mau menyerahkan data pribadinya secara sukarela, padahal sangat berbahaya.

Maka dari itu, berhati-hatilah dalam mengikuti segala tantangan di media sosial. Apalagi bentuk akal-akalan penjahat memanfaatkan "Add Yours" di Instagram bisa macam-macam. Bahkan tantangan seperti "Nama Usaha dari Tanggal Lahir", "Nama Bisnis Berdasarkan Bulan Lahir", Nama Bisnis Berdasarkan Tanggal Jadian", juga bisa jadi ladang profiling para penjahat.

Meski kamu tidak menuliskan secara langsung tanggal dan bulan lahir kamu, namun sebenarnya dari nama bisnis yang kamu sebutkan sudah cukup menjadi informasi penting bagi para penjahat.

Yuk lebih bijak lagi dalam bermedia sosial. Jangan cuma karena ikut-ikutan tren kekinian, tapi malah berujung jadi korban penipuan.

Jadilah generasi #AwasModus. Lindungi data pribadi dan tetaplah jadi rahasiamu.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.