Awas! Modus Penipuan Pengiriman Paket Makin Merajalela

Zonk, bray!
Zonk, bray!

Hati-hati saat kenalan online. Apalagi kalau mereka menjanjikan pengiriman paket. Sebab dengan trik tipu daya, mereka bisa mencuri uang kamu.

Modus pengiriman paket ini sebenarnya sudah lama terjadi. Namun belakangan, modus ini kembali marak seiring pandemi.

Jadi biasanya berawal dari perkenalan online lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, bahkan WhatsApp, mereka lalu mengaku akan kirim paket dari luar negeri baik sebagai hadiah maupun penawaran kerja sama jadi reseller. Barang yang ditawarkan biasanya berupa gadget, barang fashion branded, jam tangan, dan lain sebagainya.

Nantinya, pelaku akan berpura-pura mengalami masalah pada pengiriman. Misalnya tertahan di bea cukai yang mengharuskan pihak pembeli membayarkan sejumlah uang agar bisa lolos. Pelaku lantas akan mengirim nomor rekening palsu alias miliknya dan korban yang percaya tentu saja akan kehilangan uangnya.

Nah, berhati-hatilah pada modus ini ya, Guys. Terdengar simpel, namun faktanya para pelaku ini memang selalu tampil meyakinkan.

Biar lebih aware, simak 5 Ciri-ciri Modus Pengiriman Paket berikut.

1. Menggunakan Perusahaan Jasa Kurir Sendiri

Untuk meyakinkan, mereka akan menggunakan perusahaan jasa kurir sendiri. Karena perusahaan sendiri, makanya harganya murah. Padahal kalau mau dicek, perusahaan tersebut pasti palsu.

2. Website Palsu

Penipu ini niat banget. Mereka sampai membuat website, yang apabila kamu kunjungi, akan menunjukkan seolah-olah benar ada paket yang dikirimkan untuk kamu. Lengkap dengan detail alamat dan pajak yang harus dibayar. Padahal: palsu.

3. Petugas Kargo/Bandara/Bea Cukai Telepon

Di tengah pengiriman, seseorang yang mengaku dari bandara atau bea cukai akan menelepon kamu. Mereka bilang barang kamu bermasalah, ilegal, dan ada biaya pajaknya. Jika tidak dibayarkan, ancamannya pidana.

4. Mengirim Rekening Pribadi

Alih-alih “main damai”, petugas akan memberikan nomor rekening pribadi, menagih pajak kepada korban. Korban akan menghitung, meski dengan biaya pajak tadi, ia masih untung karena barang yang dijanjikan akan mendatangkan keuntungan lebih besar saat dijual lagi.

5. Hilang Tanpa Jejak

Barang tak kunjung datang, kamu tentu saja akan menelepon pengirim. Tapi apes, penipu sudah hilang tanpa jejak. Uang sudah diambil dan kamu tertipu.

Nah, itu tadi 5 hal yang harus kamu perhatikan dalam modus pengiriman paket. Ingat, jangan mudah percaya dengan orang yang baru kenal di media sosial, apalagi kalau tiba-tiba rela memberi hadiah atau penawaran barang dengan harga miring.

Jika kamu beli barang dari luar negeri, atau benar kamu dapat paket dari luar negeri, kemudian harus membayar pajak, maka pajak dibayar ke rekening perusahaan jasa titipan yang digunakan, misalnya ke rekening kantor pos, DHL, Fedex, dan sebagainya. Jika namanya asing dan tidak pernah dengar, apalagi rekening pribadi, maka waspadalah dengan modus penipuan.

Yuk, jadi #generasiawasmodus. Update terus modus-modus kejahatan lainnya di AWAS MODUS.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.