Awas! Modus Ini Bisa Bikin Penjahat Curi Akun WhatsApp Kamu

Banyak yang masih belum aware dengan ancaman peretasan WhatsApp
Banyak yang masih belum aware dengan ancaman peretasan WhatsApp

WhatsApp sudah menjadi salah satu aplikasi penting dalam keseharian. Sayangnya, belum banyak yang tahu bahwa akun WhatsApp itu bisa dicuri.

Beberapa waktu lalu, CEO perusahaan keamanan siber Digital Forensik Indonesia, Ruby Alamsyah, mengatakan kalau WhatsApp sering dijadikan objek peretasan. Ia juga bilang dalam sebulan, ada ribuan laporan terkait pembajakan akun WhatsApp di Indonesia.

Malah dilansir dari Entrepreneur.com, kasus kejahatan seperti ini sudah di level global. Kebanyakan terjadi karena adanya celah keamanan saat pengguna mengganti ponsel dan ingin memindahkan akun WhatsApp-nya ke ponsel baru.

Sebenarnya tanda-tanda akun kita dibajak itu mudah diketahui. Salah satunya adalah ketika akun kamu ter-log out sendiri tanpa alasan. Tapi cara mencegahnya ini yang masih belum diketahui banyak orang.

Jadi begini. Jika ingin memindah akun ke ponsel baru, WhatsApp akan mengirim autentifikasi berupa kode OTP (one time password) lewat SMS ke nomor pengguna. Kode inilah yang diincar penjahat untuk merebut akunmu.

"Hal pertama yang harus kita ketahui, para penjahat siber selalu memanfaatkan kepercayaan korban terhadap aplikasi," ujar Eusebio Nieva, pakar keamanan siber dari perusahaan Check Point asal Spanyol dan Portugal.

Nieva mengungkapkan sebelum menyerang targetnya, penjahat sudah mengantongi nomor korban dari daftar kontak teman korban yang sudah lebih dulu mereka retas. Penjahat kemudian mencoba mencuri akun WhatsApp dengan memanfaatkan fitur autentifikasi via SMS alias OTP yang korban terima tadi.

Lantas, mereka akan menghubungi korban dengan berpura-pura sebagai teman atau pihak tertentu. Penjahat akan meminta kode autentifikasi tersebut dengan berbagai alasan, misalnya mengaku salah kirim nomor untuk autentifikasi.

Nah, saat korban memberikan kode OTP tadi kepada si penjahat, maka akun akan begitu mudah dicuri. Kode OTP tadi akan digunakan untuk memindahkan akun WhatsApp milik korban ke ponsel si penjahat.

Sekalinya kena retas, proses recovery akun WhatsApp enggak mudah. Korban mesti langsung menghubungi WhatsApp dan menginformasikan bahwa akun dicuri. WhatsApp lantas akan segera membatalkan proses penggantian akun yang dilakukan penjahat.

"Untuk mencegah modus ini, yang terpenting adalah kita harus hati-hati saat mendapat SMS. Bacalah isi SMS dengan hati-hati," jelas Nieva.

Nah, waspada ya, Bro sama modus-modus macam ini. Biar lebih aman dan nyaman, simak yuk beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pembobolan akun WhatsApp.

4 Tips Menghindari Peretasan Akun WhatsApp

1. Cek dan Blok

Jangan buka akunmu di komputer yang juga digunakan oleh orang lain. Selalu cek device mana yang menggunakan akunmu dengan WhatsApp Web. Jika ada device yang tak dikenal, segera blok.

2. Awas Telepon Palsu

WhatsApp tidak pernah meminta informasi pengguna melalui telepon. Mereka hanya menggunakan pesan instan atau SMS. Jadi waspadalah pada orang yang telepon dan minta yang aneh-aneh.

3. Jaga Kode OTP

Ketika kamu menerima kode verifikasi seperti OTP, jangan pernah dibagikan ke orang lain. Termasuk saat mereka mengaku temanmu. Lagipula, buat apa teman kok minta kode OTP.

4. Waspada Nomor Tak Dikenal

Jika ada pesan dari nomor tak dikenal, lebih baik blok mereka tanpa menjawab atau memberi informasi pribadi sama sekali.

Itu tadi 4 tips agar terhindar dari upaya peretasan akun WhatsApp. Yuk, jadi #generasiawasmodus. Edukasi keluarga dan orang-orang terdekatmu ya.

Simak modus-modus kejahatan lainnya di kanal AWAS MODUS di Smart-Money.co. Update terus pengetahuanmu. Jangan kendor!

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.