Awas Modus Penipuan Foto Profil WhatsApp, Ini Ciri-cirinya

Ilustrasi
Ilustrasi

Aksi pencurian foto profil yang digunakan untuk tindakan penipuan makin marak terjadi. Para pelaku biasanya berpura-pura jadi teman dekat korban dan mengincar uangnya.

Salah satu korban dialami ibu rumah tangga asal Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Anik Purwanti (34). Anik mengalami kerugian sampai Rp4,1 juta setelah ditipu orang yang mengaku temannya dan meminjam uang lewat pesan WA.

Aksi penipuan berawal saat Anik menerima pesan WA dari nomor baru di ponselnya. Anik tertipu karena foto profil pada nomor WA yang mengirim pesan itu menggunakan foto temannya bernama Novi.

Awalnya, pelaku sekadar menanyakan kabar. Lalu obrolan mulai mengarah ke soal uang. Pelaku berpura-pura minta tolong ingin meminjam sejumlah uang dengan alasan menutup kekurangan pembelian mobil.

Awalnya pelaku ingin meminjam Rp4,3 juta. Tapi Anik hanya bisa meminjamkannya Rp4,1 juta. Pelaku pun mengirimnya dan uang Anik lenyap seketika.

Tidak Hanya Berkedok Teman

Tak tanggung-tanggung, para pelaku juga menggunakan foto profil bos-bos dan mengincar para karyawannya. Modus ini pun mulai berkembang belakangan ini.

Ciri-cirinya, misalnya Pak Abdi adalah bos besar Perusahaan X. Pelaku kebetulan memiliki nomor WhatsApp (WA) Pak Abdi. Pelaku tinggal menyimpan foto profil WA Pak Abdi untuk dijadikan foto profil WA-nya.

Dengan menyamar sebagai Pak Abdi, pelaku kemudian mengincar para karyawannya. Ia menelepon beberapa karyawan layaknya bos pada karyawannya tersebut.

Dia bisa meminta dibelikan barang tertentu, bisa minta ditransfer sejumlah dana, dan lain sebagainya. Semua itu tinggal menggunakan alasan “keperluan kantor”. Karyawan yang lengah pun bisa tertipu begitu saja dan mengirimkan uangnya ke pelaku kejahatan.

Nah, modus seperti ini sebenarnya kerap terjadi di media sosial. Pelaku biasanya menggunakan foto profil Facebook atau Instagram untuk menjalankan aksinya. Namun belakangan, media komunikasi WhatsApp juga dijadikan lahan untuk aksi tipu-tipu.

Untuk mengatasi hal tersebut sebenarnya kamu bisa melaporkannya ke WhatsApp. Caranya, tap foto profil pelaku kejahatan -> scroll ke bawah hingga menemukan "Report Contact'. WhatsApp kemudian akan memproses hal tersebut dan bisa memblokir nomor akun WhatsApp palsu itu seketika.

Selain itu, jagalah data diri kamu saat menggunakan fasilitas internet. Pastikan untuk selalu melakukan log out, terutama saat menggunakan WhatsApp Web.

Bila ada nomor asing mengaku teman dekat kamu, coba konfirmasi dengan telepon. Bila perlu langsung cek ke nomor aslinya.

Rekayasa Sosial

Menurut freecodecamp.org, teknik penipuan ini serupa dengan modus social engineering atau rekayasa sosial yang belakangan marak lagi. Rekayasa sosial merupakan tindakan memanipulasi psikologis seseorang untuk melakukan sesuatu atau membocorkan informasi penting yang diminta oleh pelaku.

Hal ini tidak boleh kamu remehkan. Sebab pelaku sudah terlatih mengelabui korbannya sampai percaya dan mau melakukan apapun yang dia inginkan. Modus penipuan menggunakan rekayasa sosial ini pun sudah makan korban lagi, lho.

Seperti apa sih cara kerja modus rekayasa sosial ini? Apa yang harus kita lakukan?

Kenalan dengan modus rekayasa sosial di sini.