Awas Modus SIM Swap Fraud Masih Berkeliaran, Ini Cara Kerjanya

Awas modus SIM Swap
Awas modus SIM Swap

Kejahatan SIM Swap Fraud atau penipuan penggantian kartu SIM ilegal masih berkeliaran mencari mangsa. Kejahatan bermodus pencurian data diri ini enggak boleh diremehkan, lho. Seperti apa sih cara kerjanya?

Lewat sebuah seminar daring yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika kemarin, Pakar Digital Forensik Ruby Alamsyah mengatakan bahwa kejahatan ini punya cara tersendiri untuk menipu korbannya. Biasanya mereka menggunakan konten phising, lalu mengambil data pribadi korban, kemudian mengganti kartu SIM-nya.

Biar lebih terbayang, kita bedah per tahap ya.

1. Phising

Tahap pertama pelaku akan mengirimkan phising berupa SMS Phising atau Voice Phising ke korban secara acak. Kalau SMS Phising, umumnya pesan yang dikirimkan akan mengandung tautan yang jika diklik kamu akan masuk ke website buatan mereka. Website ini dibuat semirip mungkin sama website asli tertentu, jadi bisa-bisa kamu enggak menyadarinya.

Saat mengakses web tersebut, kamu akan diminta mengisi data diri dan membuat akun. Nah dari situlah mereka menyimpan datamu.

Sementara Voice Phising merupakan modus terbaru yang mulai sering digunakan. Menurut Ruby, pelaku menggunakan teknik Social Engineering ke banyak korban. Nantinya, korban akan diperdaya hingga percaya sehingga mau memberikan data pribadinya. Teknik memperdaya ini dilakukan oleh seorang profesional.

Nah, data apa saja sih yang diminta? Ruby menambahkan Pelaku kejahatan SIM Swap Fraud biasanya meminta data pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Sejumlah data diri ini digunakan pelaku untuk melakukan profiling. Dari situ, mereka dapat meretas akun email korban.

2. KTP Palsu

Ini tahap tergila. Saat data diri sudah berhasil didapatkan, pelaku bisa membuat KTP palsu dan mendatangi gerai operator seluler. Mereka bisa melakukannya dengan fotonya sendiri.

Modusnya, pelaku meminta petugas operator untuk penggantian kartu SIM. Biasanya, pelaku datang saat gerai mau tutup, jadi secara psikologis petugas operator sudah relatif berada di titik lelah sehingga ketelitian, fokus, dan konsentrasinya berkurang. Akhirnya, penggantian kartu alias SIM Swap bisa dilakukan.

3. Install Aplikasi Mobile Banking dan…Wush

Setelah itu, pelaku bisa langsung install aplikasi mobile banking. Mereka kemudian login dan mereset password milik korban. Dan, orang-orang jahat ini tinggal transfer dana korban ke rekening pelaku.

Itu tadi, tiga tahap modus kejahatan SIM Swap yang perlu kita ketahui. Intinya, jangan pernah memberikan informasi terkait data diri kita pada siapapun ya, Guys. Terutama untuk nomor-nomor asing yang tak dikenal. Sebab orang jahat selalu punya cara untuk mengelabui kita.

Modus-modusnya juga terus berkembang. Malah ada yang secara terang-terangan seperti Modus Tukar Kartu ATM. Sudah pernah dengar?

Klik di sini.