Baca 3 Menit Langsung Paham Pengetahuan Dasar KPR

Rumah bagi pemuda.
Rumah bagi pemuda.

Rumah sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Semua orang pun berusaha untuk bisa memilikinya. Nah, salah satu upaya yang banyak dipilih adalah KPR. Tak heran kalau banyak yang kemudian mencari segala informasi agar paham KPR.

KPR sendiri merupakan kredit jangka panjang berbasis properti yang diberikan kepada perorangan dan pelunasannya dengan cara mengangsur. KPR biasanya ditawarkan oleh lembaga keuangan seperti perbankan.

Disebut jangka panjang karena memang masa pelunasan pembayarannya dapat dilunasi dalam jangka waktu yang cukup lama, namun fleksibel karena dapat diatur sesuai keinginanmu. Selama masa pelunasan, rumahmu akan menjadi jaminan. Jadi pastikan kamu membayarnya tiap bulan ya.

Dengan KPR, proses pembayaran untuk membeli rumah sebenarnya jadi lebih mudah. Kamu tinggal menyiapkan dana sebesar uang muka yang dibutuhkan.

Nah, bagi kamu yang ingin memahami seputar KPR secara garis besar, ada beberapa istilah yang perlu diketahui. Pertama adalah Kreditur KPR. Kreditur merupakan penyedia dana untuk KPR-mu. Dalam hal ini tentu saja lembaga keuangan yakni bank itu sendiri.

Selanjutnya ada Debitur KPR, yakni pihak yang akan menggunakan fasilitas KPR. Debitur tidak cuma dalam bentuk individual lho. Tapi juga bisa berupa badan hukum seperti PT.

Nah, yang ketiga tentu saja objek KPR. Ini dia istilah yang merujuk pada lahan atau rumah yang akan dibeli atau diakuisisi oleh pihak debitur.

Di Indonesia, umumnya ada tiga jenis KPR, yaitu KPR Subsidi, KPR non-subsidi, dan KPR Syariah.

1. KPR Subsidi

Sesuai namanya, KPR subsidi memang ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah dengan penghasilan minimum. KPR ini disediakan bank yang bekerja sama dengan pemerintah sebagai upaya membantu mendanai kepemilikan rumah masyarakat dalam bentuk Rumah Sederhana. Biasanya, di KPR ini debitur akan mendapat subsidi berupa keringanan kredit atau uang muka.

2. KPR Non-Subsidi

Nah, untuk produk KPR non-subsidi, kreditur akan memberikan sejumlah persyaratan sesuai ketentuan umum, termasuk berapa besar suku bunganya. Meski bukan subsidi, peluang masyarakat berpenghasilan kecil dan sedang mendapatkan rumah juga bisa melalui KPR jenis ini. Sebab ada juga bank yang tetap memberikan bunga kecil yang tidak memberatkan para calon debiturnya. Namun, bukan berarti asal pilih kreditur yang memberikan suku bunga terkecil ya. Perhatikan juga persyaratan lainnya yang biasanya tidak ditampilkan secara gamblang.

Nah, untuk tahu bank mana yang menawarkan suku bunga kecil namun tidak memberatkanmu dengan banyak persyaratan dan embel-embel, coba klik tautan ini. Sekarang mendapatkan rumah dengan KPR non-subsidi sangat mudah kok.

3. KPR Syariah

Pada prinsipnya, KPR ini tidak jauh berbeda dengan KPR non-subsidi. Hanya saja bedanya terletak pada cara transaksinya. Umumnya pada KPR Syariah akan digunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli). KPR jenis ini telah disediakan oleh bank pemerintah maupun swasta.

Itu tadi pengetahuan dasar dan umum yang perlu kamu ketahui seputar KPR. Dengan KPR, harga rumah yang tadinya terasa mahal tetap bisa kamu dapatkan. Yuk tambah pengetahuanmu tentang KPR.