Beda Phising, Pharming, Smishing, dan Vishing

Ilustrasi
Ilustrasi

Modus kejahatan pencurian kode rahasia atau One Time Password (OTP) Fraud terus berkembang. Hingga kini, setidaknya ada 4 modus yang paling sering digunakan penjahat.

Keempat modus ini jelas enggak boleh diremehkan. Sebab lengah sedikit, bisa-bisa mereka akan dengan leluasa merugikanmu. Apalagi pelaku biasanya cuma butuh data seperti nomor telepon dan akun email kamu—yang memang sering dijadikan media untuk mengirim kode OTP.

Nah, untuk mendapatkan dua data tadi, biasanya pelaku kejahatan melakukan Phising, Pharming, Smishing, atau Vishing. Apa sih bedanya? Simak yuk.

1. Phishing

Di antara keempat modus, phising merupakan yang paling sering dilakukan pelaku. Singkatnya, phising ini pelaku memberikan link atau tautan yang ketika dikunjungi atau diklik, maka data pribadi kamu bisa diambil.

Pelaku kejahatan biasanya menyertakan link phising tersebut lewat pesan singkat yang berisi pengunguman penting, undian berhadiah, dan lain-lain. Itulah mengapa kamu jangan terlalu mudah percaya pada pengunguman yang kerap beredar lewat WA Group ataupun SMS

2. Pharming

Mirip dengan metode phising, dalam pharming, tautan yang diberikan biasanya berupa web yang sudah dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Jadi misalnya kamu mendapat pesan singkat yang berisi informasi flash sale ponsel terbaru dengan harga super miring. Biasanya pesan tersebut berisi tautan web e-commerce atau marketplace.

Jika kamu klik, kamu akan masuk ke web palsu mereka yang terlihat mirip sama aslinya. Di sana kamu akan melihat ponsel harga miring yang dimaksud di awal.

Saat kamu membeli ponsel tersebut, biasanya kamu akan langsung dihubungi pelaku dan meminta pembayaran dilakukan lewat transfer. Setelah itu, uang kamu hilang dan ponsel yang kamu beli tidak akan pernah sampai ke rumah.

Meski kamu tidak beli ponsel tersebut pun, pelaku sudah mengantongi data kamu. Itulah mengapa kamu harus lebih teliti melihat alamat url sebuah website, apakah alamat tersebut sesuai dengan halaman atau tidak.

3. Smishing atau SMS Phishing

Seperti dijelaskan smishing ini adalah phising yang menggunakan SMS sebagai media. Biasanya korban mengirim SMS secara acak ke banyak nomor dengan harapan ada yang merespons dan data bisa diambil. Baiknya, jangan hanya diabaikan, tapi langsung hapus pesan tersebut agar menghindari kemungkinan terklik secara tidak sengaja.

4. Vishing atau Voice Phising

Jika tadi lewat SMS, modus Vishing ini biasanya pelaku menghubungimu dan mengaku dari instansi bank tertentu. Tujuannya tentu saja untuk meminta kode OTP yang biasanya diterima melalui SMS atau email kamu.

Dari beberapa kasus, pelaku umumnya mengaku sebagai costumer care Bank, TV kabel, perusahaan transportasi online, dan banyak lagi. Mereka akan meminta data kamu dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan.

Nah, setelah mendapatkan email dan nomor telepon, pelaku dapat membajak akun e-commerce, e-wallet atau m-banking dengan mudah karena sudah berhasil mendapatkan kode OTP dari akun email atau nomor telepon tadi.

Itulah kenapa ingatkan diri kamu sendiri dan orang-orang terdekatmu agar jangan selalu waspada dengan upaya penipuan ini. Jika sudah menyinggung hal-hal menyangkut kode OTP, sebaiknya abaikan.

Bentuk kejahatan memang selalu berkembang. Malah selain 4 hal di atas, ada lagi kejahatan Skimming, Sim Swap, dan banyak lagi yang sering digunakan orang-orang tak bertanggung jawab.

Seperti apa sih modus kejahatan lainnya? Cek Awas Modus di tautan ini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.