Biar Enggak Salah Lagi, Beda Cracker dan Hacker

Yang mana menurutmu yang hacker?
Yang mana menurutmu yang hacker?

Apa sih bedanya cracker sama hacker? Bukannya sama saja?

Rupanya banyak yang masih menganggap cracker adalah hacker. Ada juga yang mengira cracker adalah bagian dari hacker.

Pokoknya keduanya sama-sama sering bikin gemes deh, seperti menjebol password WiFi, bikin dan kirim-kirim virus, bobol kartu kredit, bahkan sampai meretas email mantan dan mengobrak-abrik akun sosmednya, semua bisa dilakukan mereka.

Namun meski serupa, ternyata sebenarnya keduanya punya tujuan yang beda. Apa sih bedanya? Simak yuk.

Ciri-ciri Cracker dan Hacker

Cracker

- Menyusup dan mencuri data

- Merusak sistem keamanan, menghancurkan program

- Situs yang dirusak ditinggalkan

- Bekerja secara sembunyi-sembunyi untuk merugikan

- Komunitasnya tertutup

Hacker

- Menemukan celah bug dan biasanya memberi tahu pemilik website kalau sistem keamanannya mudah dijebol.

- Sadar yang dilakukan dan bisa disewa secara legal

- Komunitas terbuka dan berbagi ilmu ke hacker lain

Sekarang sudah tahu bedanya, kan?

Hacker sendiri sekarang banyak disewa oleh perusahaan untuk mengecek apakah sistem keamanannya sudah aman dari serangan cracker atau belum. Itulah kenapa bayaran hacker terkadang bisa mahal banget, lho.

Dilansir BBC, pada tahun 2018, ada peretas AS dan India yang menyatakan dirinya mendapatkan hadiah terbesar di dunia. Menurut perusahaan keamanan siber HackerOne, sebagian dari mereka dapat berpenghasilan lebih dari US$350.000 atau Rp4,9 miliar per tahun. Wow!

Sandeep Singh, yang dikenal dengan nama geekboy di dunia peretasan, mengatakan ini semua adalah hasil kerja keras. "Saya memerlukan waktu 6 bulan dan 54 keberhasilan sebelum mencatat laporan pertama yang dianggap absah sehingga layak menerima bonus," ujarnya.

Di AS, hacker ternyata memang bisa menjadi profesi yang menjanjikan. Keahlian hacker seringkali dianggap merepotkan sejumlah korbannya. Padahal belum tentu semua hacker bisa dicap negatif, yang kemudian disebut cracker tadi.

Nah, kalau tadi adalah gaji tertinggi seorang hacker yang pernah diberitakan, data dari infosecinstitute.com, hacker di beberapa negara maju punya penghasilan rata-rata Rp900-Rp1,5 miliar per tahun, tergantung keahlian yang dimiliki. Ini juga menjadi profesi dengan gaji tertinggi untuk bidang IT. Wow banget ya.

Pentingnya Menjaga Keamanan dari Cracker

Terlepas dari itu, di era serba digital seperti sekarang, semua memang harus dijaga dengan baik. Kita sebagai pengguna teknologi wajib menjaga semua keamanan data diri.

Password, misalnya. Ini merupakan hal yang teramat penting, tapi sayangnya malah kerap cuek sama keamanannya.

Cobalah untuk rutin mengganti password tiga bulan sekali. Buatlah kombinasi angka dan huruf yang sulit ditebak orang lain. Hal yang sama juga berlaku untuk nomor PIN akun bank kamu ya.

Seperti kita tahu, modus kejahatan online kini semakin marak dan berkembang. Yuk jadi generasi awas modus.

Baca: Modus-modus Kejahatan Online dan Cara Menghadapinya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.