Bikin Startup Sesuai Passion Pasti Sukses?

Presiden IESPL, Giring Ganesha
Presiden IESPL, Giring Ganesha

Demam startup rupanya benar-benar merasuki anak muda zaman sekarang. Bahkan bisa jadi, bikin startup sepertinya sudah jadi mimpi sejuta umat. Pasalnya, sejumlah startup yang sukses memang digawangi mereka yang statusnya adalah milenial.

Tapi jangan lupa satu hal ya. Bahwa di antara sekian banyak startup yang berhasil, banyak juga lho yang "gatot" alias gagal total. Jadi bagaimana mengatasinya?

Dalam Smart Class yang diadakan Smart-Money.co bersama CSR BCA di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Rabu lalu, salah satu pembicaranya, yakni Giring Ganesha, memberi insight menarik soal startup. Menurutnya, ada satu yang cukup keliru tapi banyak dilakukan banyak anak muda. Hal keliru tersebut berhubungan dengan yang namanya passion.

Jadi begini. Banyak orang mendirikan startup berdasarkan apa yang mereka suka. Sampai di sini tidak salah sebenarnya. Sebab pada dasarnya passion memang harus jadi dasar seseorang membuat startup.

Sebab dengan passion, seseorang itu biasanya akan mendapatkan satu suntikan semangat yang lebih mantap. Terlebih saat usahanya sedang dalam masa sulit. Sekarang pertanyaannya, “Apakah cukup dengan passion saja?

Passion itu penting. Tapi bukan segalanya,”kata Giring yang merupakan Presiden IESPL.

Menurut pendiri Kincir.com ini, membangun suatu usaha sebenarnya gampang-gampang susah. Apalagi di zaman serbapraktis seperti sekarang. Nah yang sulit itu memastikan usahanya berusia panjang.

Untuk terjun ke dunia usaha, ada hal penting lainnya yang harus dimiliki selain passion. Salah satunya adalah mental untuk menghadapi kegagalan.

Ya, kegagalan adalah sahabat dari kesuksesan. Sudah banyak contoh kasus yang membuktikan bahwa orang sukses pasti pernah merasakan yang namanya jatuh dan gagal. Cara dia bangkit akhirnya menjadi kunci yang bisa membuka pintu kesuksesan sebenarnya.

“Itulah kenapa sangat penting untuk kita belajar dari pengalaman, baik dari diri sendiri maupun orang lain. Lihatlah dunia. Pergi ke luar negeri dan lihat bagaimana negara maju melakukannya. Setelah itu pulang lagi dan bawa inovasi baru ke sini,” kata Giring. “Kita ini berlomba-lomba melakukan yang terbaik, bukannya menutup diri,” lanjut mantan musisi ini.

Dengan mental kuat menghadapi kegagalan, ditambah passion serta kemampuan inovasi, niscaya keberhasilan akan datang dengan sendirinya.