Buat Pelajaran, Ini Penyebab Banyak Milenial Menyesal Membeli Rumah

Ilustrasi
Ilustrasi

Bagi kamu yang hendak membeli rumah, sebaiknya tidak hanya memikirkan harga rumahnya saja tetapi pikirkan biaya lain yang akan mengikuti pembelian rumah tersebut.

Pasalnya, baru-baru ini telah dilakukan survei yang dilansir dari CNBC make it kepada 1.500 pemilik rumah yang dibeli oleh milenial, dua pertiga atau 63 persen milenial berusia 25-35 tahun menyatakan menyesal telah membeli rumah. Jumlah tersebut bahkan lebih besar dibandingkan generasi usia 55-73 tahun yang hanya 35 persen yang menyatakan hal serupa.

Ternyata, alasan utama milenial menyesal membeli rumah adalah tidak mempertimbangkan biaya lain yang terkait dengan pembelian rumah, mulai dari tanggung jawab selanjutnya yang berkelanjutan untuk merawat, pembayaran asuransi, dan pembayaran pajak properti.

"(Sebelum membeli rumah) lakukan pemeriksaan penuh atas semua keuangan," ujar seorang kepala ekonom salah satu situs real estate Daryl Fairweather.

Menurutnya, banyak biaya yang tak diketahui milenial saat memiliki rumah. Biasanya, milenial tidak mempertimbangkan biaya-biaya tersebut.

“Milenial tidak mempertimbangkan biaya lain, termasuk asuransi, pajak properti, dan biaya pelunasan yang bisa mencapai 2 hingga 5 persen dari harga rumah," lanjut Daryl.

Selain itu, calon pembeli rumah juga seringkali mengabaikan biaya pemeliharaan dan perbaikan. Tak jarang, banyak milenial yang bekerja sambilan untuk melunasi biaya perawatan dan pajak rumah.

Beberapa ahli ekonomi merekomendasikan kepada milenial tatkala mereka membeli rumah, setidaknya sisihkan uang sebesar 1 sampai 3 persen dari harga pembelian rumah. Misalnya, bila harga rumah Rp500 juta, setidaknya milenial harus menyisihkan uang Rp5 juta untuk perawatan rumah setiap tahun.

Bukan hanya biaya tak terduga, hal lain yang bisa memicu penyesalan adalah lokasi rumah yang tidak strategis dan kurang ideal. Sekitar 10 persen pembeli milenial berdasarkan survei bankrate mengungkapkan hal tersebut.

"Mereka menetap di rumah-rumah di lingkungan yang kurang ideal," kata Daryl.

Selain itu, menurut survei dari National Association of Realtors, 18 persen pembeli tidak puas dengan ukuran rumah yang terlalu kecil.

Daryl merekomendasikan untuk selalu mengunjungi rumah sendiri sebelum memutuskan membeli rumah baru supaya rumah baru yang nantinya ditempati sesuai keinginan.

"Sangat penting bagi pembeli untuk berbicara panjang lebar dengan agen mereka tentang apa yang mereka cari di rumah dan komunitas di sekitarnya," katanya.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan biaya apa saja yang harus dipersiapkan untuk membeli rumah pertama? Jangan sampai salah langkah dan membeli rumah idaman justru malah jadi petaka di belakang.