Cerita Anak Kos Soal Penipuan yang Ngaku-ngaku dari Perusahaan Ojol

Ilustrasi hampir tertipu
Ilustrasi hampir tertipu

Kadang suka heran enggak sih, aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan ojol kok masih banyak makan korban? Bukankah kejadiannya sudah sering banget? Atau jangan-jangan kamu pernah jadi korban juga?

Yang jelas, aksi tipu-tipu lewat telepon ini enggak pandang bulu. Siapa saja bisa jadi korbannya.

Randi Rachmadan, misalnya. Ia adalah seorang mahasiswa S2 yang sudah bekerja dan tinggal mengekos di Jakarta. Namun siapa sangka bahwa dirinya ternyata masih bisa menjadi korban penipuan juga.

Pasalnya, para pelaku kejahatan ini memang bisa tampil begitu meyakinkan macam selebritis top. Kemampuan aktingnya sangat luar biasa hingga bisa menipu banyak korban. Bahkan mereka bisa mengenali apakah korban potensial tertipu atau tidak di menit pertama percakapan.

Dengan menggunakan teknik manipulasi psikologis alias magis, pelaku akan berusaha meyakinkan penggunanya sampai orang lupa bahwa semua itu hanya pura-pura.

Nah, dari sekian upaya penipuan yang dilakukan, paling banyak memang yang menggunakan telepon. Termasuk yang dialami Randi tadi.

Ia pun berbagi pengalaman bagaimana dirinya sempat dijadikan sasaran penipu. Biasanya para penjahat ini mengawali dengan sapaan meyakinkan seperti:

“Selamat siang kami dari Gojek, Pak”

Tetapi habis itu ia malah berbicara bertele-tele. Namun karena mereka mengiming-imingi kita dapat hadiah, kita jadi kerap terlena.

Saat sudah terlena, pelaku biasanya bakal menanyakan data diri kita dengan jurus:

“Kita verifikasi data dulu ya, Pak”

Nah, biasanya saat kita agak-agak sadar kalau ini penipuan, pelaku cenderung jadi mudah terpancing emosi dengan nada bicara yang memaksa. Kemudian mereka mengancam kita bakal terkena suspend atau putus mitra jika tidak memberikan kode verifikasi atau kode rahasia. Lalu di tengah percakapan mereka juga biasanya bilang:

“Saya tidak bercanda, Pak!”

Fixed, Masbro-Mbaksis, orang ini jelas sedang menipu kita. Kalau sudah begitu, langsung catat nomor telepon yang menghubungi kamu. Adukan ke pihak penyedia aplikasi. Sebab biasanya juga mereka menggunakan nomor handphone, bukan nomor perusahaan.

Selain hadiah, beberapa kasus juga ada yang mengatakan bahwa kita mendapat kode OTP nyasar ke HP kita. Dari situ ia akan minta tolong dengan cerita-cerita sedih bahwa kode OTP itu sangat dibutuhkan karena dirinya bisa jadi korban penipuan.

“Tolong, Pak. Saya bisa rugi puluhan juta. Tolong saya, Pak,”

Pokoknya ada banyak banget deh kata-kata sakti yang dilontarkan mereka. Intinya, mereka akan berusaha sampai korban tergerak hatinya untuk mengikuti semua permintaannya.

Sekali lagi, penjahat-penjahat ini memang profesional, jadi jangan diremehkan. Satu hal yang perlu kamu perhatikan di sini adalah sebagian besar aksi penipuan mereka, ujung-ujungnya pasti minta kode One Time Password (OTP) yang diberikan pada kita lewat SMS.

Nah, kode OTP inilah yang jangan pernah kita berikan ke orang lain dengan alasan apapun. Sebab aplikasi ojek online pun tidak akan pernah minta kode OTP ke kita.

Jadi, terapkanlah metode J.A.G.A untuk menghindari terkena penipuan, yakni:

J: Jangan transfer di luar aplikasi

A: Amankan data pribadi, termasuk jangan berikan OTP

G: Gunakan PIN

A: Adukan bila ada telepon mencurigakan

Selain kode OTP, mereka juga minta transfer via Virtual Account di luar aplikasi. Contoh kejahatan ini juga sedang marak nih. Simak ceritanya di sini.

View this post on Instagram

[𝗠𝗜𝗠𝗜𝗡 𝗚𝗢𝗝𝗘𝗞 𝗗𝗜𝗧𝗘𝗟𝗘𝗣𝗢𝗡 𝗦𝗔𝗠𝗔 𝗣𝗘𝗡𝗜𝗣𝗨!]⁣ Sebenernya, dari awal aku udah tau sih kalo dia nyoba nipu. Tapi aku tetep tanggepin sambil rekam teleponnya, biar bisa sharing ke kalian modusnya kayak gimana.⁣ ⁣ Pokoknya inget aja, pihak Gojek termasuk mitra driver dan merchant 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗣𝗘𝗥𝗡𝗔𝗛 minta pembayaran lewat virtual account atau aplikasi bank. Jadiii, kalo ada yang telepon kamu & coba-coba nipu, langsung lapor aja ke customerservice@gojek.com ya.⁣ ⁣ Nah, jangan lupa share info ini ke temen-temen kamu biar mereka juga tau!⁣ ⁣ #PastiAdaJalan #GojekinAja⁣ -----------------------⁣ #Penipu #Penipuan #PenipuOnline

A post shared by Gojek Indonesia (@gojekindonesia) on

Penting banget untuk kita tahu bahwa semua pihak driver maupun merchant enggak bakal minta tambahan transfer via Virtual Account di luar aplikasi. Semua transaksinya pasti menggunakan GoPay, Paylater, atau tunai.

Termasuk untuk isi saldo uang elektronik di aplikasi ojol kamu, mending langsung dari aplikasinya aja. Untuk Gopay, manfaatkan isi saldo dengan Oneklik. Aman, praktis, dan cepat.

Tinggal registrasikan saja Oneklik kamu untuk isi saldo Gopay. Caranya buka aplikasi Gojek. Pilih Isi Saldo. Lalu pilih Kartu Debit BCA.

Masukkan data limit harian (ini dia kelebihannya). Terus masukkan kode OTP yang di-SMS ke ponsel kamu deh. Aman sentosa, Bosque.

Klik di sini untuk lebih jelasnya. Ada penjelasan secara virtualnya.