Cerita Korban Penipuan Investasi Bodong, Awalnya Lancar, tapi Lama-lama...

Korban investasi bodong masih berjatuhan. Masyarakat diimbau hati-hati.
Korban investasi bodong masih berjatuhan. Masyarakat diimbau hati-hati.

Jika tak melapor, entah berapa puluh juta rupiah lagi uangnya akan hilang. Kira-kira begitulah kesedihan Inda Dwi (21 tahun), seorang korban investasi bodong di Banyuwangi yang heboh belakangan ini.

Inda tak sendiri. Ia hanyalah satu dari 35 korban investasi bodong lainnya yang total merugi hingga Rp1 miliar. Kini, tabungannya yang semestinya bisa ia gunakan untuk keperluan lain, raib tak berwujud.

Ini ceritanya:

Awalnya Inda melihat sebuah pesan WhatsApp yang didapatinya dari orang lain. Pesan tersebut berisi tawaran investasi dengan keuntungan singkat.

Slot investasi tersebut terlihat menggiurkan. Isinya cukup modal Rp100 ribu akan menjadi Rp150 ribu dalam 5 hari. Rp200 ribu jadi Rp300 ribu, Rp300 ribu jadi Rp450 ribu, dan seterusnya.

Pokoknya keuntungannya 50% dalam waktu kurang dari seminggu.

Inda tertarik. Ia lalu menghubungi nomor WA tersebut dan langsung jadi member dengan mudahnya. Ia pun dimasukkan dalam grup WA investor.

Awalnya berjalan lancar. Pembayaran benar-benar disetor sesuai janji dari November 2020 hingga Februari 2021. Setiap investor yang mendapatkan keuntungan, disebarkan di grup sehingga investor lain jadi kian percaya.

Inda pun mengaku sudah mengikuti investasi tersebut sampai 11 kloter. Dari awalnya hanya Rp3,5 juta, sampai Rp7,5 juta, ia ikuti.

Namun sejak Maret 2021, pembayaran mulai mandek. Total investasi Inda yang tidak terbayarkan sudah mencapai Rp45 juta.

Alasannya beragam. Pelaku mengatakan ekonomi sedang buruk namun akan kembali membaik dalam waktu dekat. Alih-alih dibayar, pelaku justru menawarkan investasi tambahan dengan keuntungan lebih menggiurkan. Dan Inda percaya.

Saat merasa janji tak juga ditepati, Inda baru sadar bahwa ini adalah penipuan. Ia lantas segera melapor ke Unit Harta Benda Reskrim Polresta Banyuwangi.

Benar saja. Polisi memastikan bahwa pelaku berinisial ZS (26 tahun) itu memang penipu. Korbannya ternyata berasal dari satu kampung. Total ada 35 orang dengan kerugian hingga Rp1 miliar.

Namun Polisi hanya menemukan uang sebesar Rp45 juta beserta 9 buku rekening dari pelaku. Tak banyak yang bisa Inda lakukan, selain menyesal.

Terbongkarnya penipuan investasi bodong ini kerap terjadi di daerah lain. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati karena pelaku selalu terlihat meyakinkan.

Agar tak menjadi korban, jangan mudah percaya dengan segala tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan tak masuk akal. Segera laporkan ke pihak berwenang seperti polisi atau Satgas Waspada Investasi jika menemukan skema investasi serupa di daerahmu.

Kunjungi situs https://patrolisiber.id atau email ke info@cyber.polri.go.id atau ke satgas waspada investasi dengan email ke waspapdainvestasi@ojk.go.id.

Jangan biarkan mereka menjerat korban lebih banyak. Waspadalah pada modus-modus penipuan yang kian meresahkan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.