Dibanding Generasi Old, Ternyata Gen Z dan Milenial Lebih Banyak Terkena Scammed Saat Belanja Online

Hati-hati penipuan online shop
Hati-hati penipuan online shop

Anggapan generasi milenial dan Gen Z lebih melek teknologi memang tak bisa ditolak. Kedua generasi tersebut sudah hidup berdampingan dengan teknologi internet secara alamiah. Mereka sudah terbiasa dengan beragam perangkap digital.

Sayangnya, meski sudah tergolong melek, mereka justru paling banyak menjadi korban penipuan saat melakukan belanja daring. Berdasarkan riset dari Federal Trade Commission dari Amerika Serikat, total kerugian yang dialami Gen Z dan milenial ini sebesar US$450 juta atau setara Rp6,3 triliun sepanjang dua tahun belakangan.

Dari riset tersebut, sekitar 77% Gen Z dan milenial banyak menjadi korban penipuan melalui email. Mereka umumnya terkecoh dengan email-email berisi promosi dari platform e-commerce.

Selain melalui email, para penipu juga memanfaatkan media sosial dalam menjalankan aksi. Hacker akan memasang iklan menarik di medsos seperti Instagram untuk menjerat korban.

Saat korban mengklik iklan, hacker ini akan mengalihkan ke situs palsu yang sudah disiapkan. Di situlah, informasi keuangan korban akan diretas dan disalahgunakan oleh para hacker.

Penipuan secara online juga menimpa milenial dan Gen Z saat mencari pekerjaan. Mereka tergoda dengan iklan lowongan pekerjaan palsu yang dipasang penipu. Biasanya, korban akan diminta memasukkan informasi keuangan atau mentransfer sejumlah uang.

Temuan FTC tadi tentu mengejutkan. Pasalnya, selama ini generasi X maupun Baby Boomers dianggap paling rentan menjadi korban penipuan saat berbelanja daring. Namun ternyata, Gen Z dan milenial yang justru banyak jadi korban.

Menurut para peneliti, Gen Z dan milenial cenderung menggampangkan soal keamanan karena merasa sudah terbiasa dengan internet. Mereka kurang waspada dengan promo-promo palsu di internet dan akhirnya menjadi korban.

Sementara itu, generasi X dan Baby Boomers justru sedikit tertipu karena mereka sejak awal sudah skeptis duluan dengan internet. Mereka lebih suka belanja offline ketimbang online dan merasa berbelanja secara daring kurang aman.

Nah, agar kamu tidak menjadi salah satu korban, kamu bisa lebih berhati-hati saat berbelanja. Jangan mudah terkecoh dengan promo dan iklan menarik di email maupun medsos. Sering-sering kroscek saat melihat promosi di medsos maupun email.