Hapus 9 Aplikasi Ini Agar Data Smartphone Makin Aman

Ilustrasi
Ilustrasi

Sudah bukan rahasia lagi bila smartphone berbasis Android kini laris manis bak kacang rebus. Hampir semua orang di kota besar punya ponsel Android. Dari harga murah hingga flagship, tak pernah sepi penggemar.

Banyaknya pemakai ponsel Android ini juga turut memperbanyak penyedia aplikasi, mulai dari gim hingga aplikasi utilitas. Semua aplikasi ini makin memudahkan para pengguna ponsel.

Sayangnya, masih ada pula oknum “nakal” yang memproduksi aplikasi-aplikasi jahat. Aplikasi ini biasanya disusupi malware yang bisa menyedot data pengguna ponsel. Seramnya, data ini bisa disalahgunakan, malahan bisa saja rekening tabungan bisa habis dikuras oknum tak bertanggung jawab tadi.

Trend Micro baru-baru ini mengeluarkan laporan yang menyebut 9 aplikasi utilitas berbahaya di Google Play Store. Aplikasi-aplikasi ini sangat populer. Sebelum dihapus oleh Google, 9 aplikasi berbahaya ini sudah diunduh 382 juta kali.

Apa saja sih?

Kesembilan aplikasi ini di antaranya Shoot Clean (junk cleaner, phone booster, CPU cooler), Super Clean Lite (phone booster, CPU cooler & clean), Super Clean (booster, CPU cooler & clean), Quick Games (H5 game center), Rocket Cleaner, Rocket Cleaner Lite, Speed Clean, dan LinkWordVPN.

Aplikasi-aplikasi ini, menurut Trend Micro, berasal dari China. Sekali kamu mengunduh, ponselmu akan langsung terkoneksi dengan server yang bisa menyebarkan 3.000 malware. Selain itu, peretas bisa masuk ke akun Facebook maupun Google untuk menguras rekening bank.

Ngerinya lagi, berdasarkan riset dari Cofense Phishing Defense Center, aplikasi-aplikasi tadi juga sudah diinjeksi malware bernama Anubis. Malware ini bisa melakukan screen shoot, mengganti setelan administration, merekam suara, mencuri daftar kontak, bahkan mengunci ponsel korbannya. Bisa dikatakan Anubis ini sejenis ransomware yang bakal merugikan penggunanya.

Daripada kamu menderita kerugian, mending hapus semua aplikasi-aplikasi tadi. Jangan pula pasang aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh pengembang yang tidak jelas, apalagi menggunakan aplikasi dari tempat yang enggak resmi. Itu justru makin membahayakan keamanan ponsel.