Ini Akibatnya Jika Unggah Sertifikat Vaksinasi di Media Sosial

Ilustrasi sertifikat COVID-19 (Foto: Bisnis)
Ilustrasi sertifikat COVID-19 (Foto: Bisnis)

Berhati-hatilah saat mendapat pesan yang mengaku-ngaku dari tim vaksin COVID-19. Sebab bisa jadi itu adalah modus pencurian data yang sedang marak belakangan.

Pesan tersebut awalnya hanya menanyakan ada tidaknya keluhan setelah divaksin. Kemudian kamu akan diminta mengisi data seperti Nama; Alamat; hingga Nama Ayah dan Ibu.

Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Wahyudi Djafar mengatakan ini adalah salah satu upaya profiling calon-calon korban. Pesan tersebut biasanya mengincar mereka yang sudah divaksin dan mengunggah sertifikat vaksin di media sosial.

Berikutnya, penipu akan mencoba menjelaskan bahwa vaksin berikutnya harus menyetor sejumlah uang dan lain-lain.

“Jangan mengunggah sertifikat vaksin. Sebab di dalamnya ada sejumlah data pribadi yang ditampilkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan dalam sertifikat vaksinasi setidaknya ada lima titik data pribadi, seperti nama, NIK 16 digit, tanggal lahir, kode sertifikat 24 digit alfanumerik (kombinasi huruf dan angka), dan kode QR. Nah, semua data tadi bila dikombinasikan bisa memunculkan potensi risiko pencurian identitas yang sangat besar.

Yuk lebih waspada lagi. Ajak orangtua dan anggota keluargamu untuk tidak mengunggah sertifikat vaksin ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.