Jangan Asal Buang Dus Paket yang Masih Ada Alamat Pengiriman, Penipuan COD Makin Marak

Jangan sembarangan buang dus paket yang masih ada alamat pengiriman. Bisa dimanfaatkan penjahat dengan modus penipuan COD.
Jangan sembarangan buang dus paket yang masih ada alamat pengiriman. Bisa dimanfaatkan penjahat dengan modus penipuan COD.

Jangan asal buang dus paket, terutama yang masih ada alamat pengirimannya. Sebab dus-dus ini diincar para penjahat penipuan COD yang kian marak.

Hal ini dialami Sonny, pegawai perusahaan swasta di Depok. Ia baru saja menjadi korban penipuan COD dan mengalami kerugian Rp350 ribu.

Ceritanya bermula ketika Sonny tidak ada di rumah. Saat itu hanya ada ibu dan ayahnya.

Siang hari, kurir datang ke rumah membawa paket. Kurir tersebut lantas bilang ke sang ibu bahwa paketnya dipesan oleh Sonny menggunakan sistem COD alias bayar di tempat.

Merasa paket yang datang memang benar dipesan oleh Sonny, sang ibu pun membayar kurir tersebut seharga yang diminta, yakni Rp350 ribu.

Apes, sore harinya, ketika Sonny pulang, ia kaget ada paket di meja ruang tamu.

"Paket siapa ini, Bu?" tanya Sonny.

"Lho katanya paket kamu yang beli. Ibu tadi udah bayarin Rp350 ribu," sahut Ibu.

"Aku tidak beli apa-apa. Ibu kasih uangnya? Kenapa enggak telepon aku dulu?" sambar Sonny kesal.

"Ya ibu mana tahu kalau itu bukan paket kamu. Terus itu punya siapa? Tapi dia bilang untuk Sonny kok," bela Ibu.

Penasaran, Sonny lalu membuka paket tersebut dan ternyata isinya hanya koran-koran bekas dan gumpalan-gumpalan kertas.

"Aduhhh.. ini sih ditipu namanya!" sesal Sonny.

Pengalaman Sonny bisa jadi pelajaran buat kita semua. Sebab penipuan seperti ini memang semakin marak di masa pandemi.

Setidaknya ada 3 hal penting yang bisa kita petik:

1. Jangan Asal Buang Dus Paket

Bisa jadi penjahat tahu nama kamu dari dus paket yang kamu buang tanpa merusak atau merobek kertas berisi alamat pengiriman. Seperti kita ketahui, dalam kertas pengiriman ada sejumlah data penting seperti nama, alamat, bahkan nomor telepon. Maka dari itu telitilah sebelum membuang dusnya.

2. Konfirmasi

Jangan buru-buru menerima paket sebelum membaca detail pengirim dan alamatnya. Cek logo marketplace, e-commerce, ataupun jasa pengiriman di stiker paket. Tiap pemesanan itu bisa di-tracking dengan aplikasi tempat kamu belanja. Jika bukan kamu yang belanja, konfirmasi ke anggota keluargamu dulu, terutama untuk yang paket bayar di tempat.

3. Berani Tolak

Jangan sungkan untuk menolak paket bila memang tidak ada yang pesan. Kita tidak tahu apakah sedang jadi korban percobaan penipuan atau tidak.

Itulah tadi 3 hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran agar tidak mengalami kerugian. Edukasi keluargamu, terutama bila kamu sering tidak ada di rumah. Minimal rajinlah men-tracking pengiriman saat kamu belanja online dan kabarkan anggota keluarga di rumah bila akan ada paket yang datang.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.