Jangan Kaget, Ini Tahapan Pengajuan Pinjaman Online Ilegal yang Cepatnya Bukan Main

Korban pinjaman online ilegal terus berjatuhan. Cepatnya uang cair jadi jebakan ampuh.
Korban pinjaman online ilegal terus berjatuhan. Cepatnya uang cair jadi jebakan ampuh.

Kondisi perekonomian yang belum kondusif ditambah adanya pandemi COVID-19, membuat banyak orang terjebak dalam situasi "butuh uang". Kurangnya pengetahuan mendorong sejumlah orang cari jalan pintas menggunakan pinjaman online (pinjol).

Sayangnya, ada begitu banyak pinjol ilegal yang beredar. Sementara masyarakat justru tak teliti dan memilih pinjol yang menjanjikan proses cepat dan bunga ringan. Padahal semua itu jebakan.

Ujungnya, tidak sedikit yang akhirnya terjerat utang karena tagihannya melambung tinggi dengan cepat dan tak masuk akal.

Ya, cepatnya tahapan pengajuan pinjol ilegal memang bisa bikin orang tertarik. Berikut tahapannya.

1. Berawal dari SMS Menggiurkan

“Pinjaman online hingga Rp10 juta, 3 jam cair, tanpa agunan. Bunga cuma 1% tenor ringan. Cukup fotokopi KTP.”

Model SMS yang disebar bisa macam-macam. Contoh di atas hanya salah satunya. Setelah kamu membalas SMS, seketika akan ada telepon masuk yang menanyakan kebutuhanmu.

2. Download Aplikasi

Umumnya, kamu akan diminta untuk mengunduh (download) aplikasi. Salah satu yang cukup sering dipakai adalah Vloan. Nantinya kamu diminta mengisi data diri seperti Nama (sesuai KTP), NIK, Tanggal lahir, Alamat, Rekening Bank, Pekerjaan, ID card tempat bekerja, Foto Selfi pemohon dengan memegang KTP dan Emergency Contact (5 nomor Telephone).

Setelah mengeklik tanda setuju, maka seluruh data yang ada dalam ponsel kamu akan dapat diakses melalui aplikasi.

3. Pemilihan Pinjaman

Setelah selesai melakukan pemasangan aplikasi di ponsel, kamu langsung dapat melakukan permohonan pinjaman sesuai nilai atau jumlah yang tersedia dalam aplikasi. Ada yang Rp600.000, Rp 1.000.000, dan lain-lain dalam waktu 7 hari, 14 hari, dan seterusnya.

4. Pinjaman dan Bunga Tidak Sesuai

Pemberian pinjaman selalu tidak sesuai pagu yang disepakati. Biaya administrasi ada yang mencapai 40% dari jumlah pinjaman yang dipotong langsung. Misalnya kamu pinjam Rp10 juta, maka kamu hanya terima Rp6 juta. Tapi utangmu tetap Rp10 juta, belum termasuk bunganya.

Nah, bunga dan dendanya bisa 1-4% per hari, tergantung lamanya keterlambatan. Semakin lama menunggak, semakin tinggi bunganya. Bahkan ada bunga provisi dan penalti juga.

Contoh: Kamu telat bayar 1 minggu. Dendamu masih 1% per hari (di atas batas ketentuan resmi 0,8%). Lalu bila terlambat hingga 14 hari, denda jadi 2% per hari, dan seterusnya sampai ada yang 4% per hari.

5. Penagihan

Jika dalam waktu yang ditentukan kamu sudah membayar seluruh tagihan, kamu tidak akan dihubungi debt collector. Tapi jika lewat jatuh tempo sehari saja, pinjol mulai menggunakan aplikasi tertentu untuk mengakses data kamu.

Masalah akan makin rumit jika kamu susah dihubungi setelah jatuh tempo di atas 15 hari. Pinjol ilegal akan melihat data-data kontak dari nomor–nomor telepon, kemudian menghubungi dan mengirimkan pesan ke mereka bahwa kamu memiliki pinjaman uang yang belum dibayarkan.

Parahnya lagi, setelah 30 hari kamu masih belum bisa bayar, pinjol akan membuat Group Whatsapp dan mengundang nomor kamu, nomor teman-teman kamu, anggota keluarga, hingga atasan kamu. Setelah grup terbentuk, semua akan tahu bahwa kamu terjerat utang.

Tak sedikit pinjol yang bertindak kelewatan dengan mengirim pesan berbau pornografi atau sexual harassment kepada korban yang sudah tergabung dalam group WA tersebut. Bahkan tak sedikit juga yang mendapatkan ancaman pembunuhan.

Itulah tadi 5 hal yang terjadi dari awal kamu pinjam uang ke pinjaman online ilegal hingga terjadi penagihan tak wajar saat kamu tak mampu bayar. Yuk hindari pinjaman online ilegal.

Jangan hanya karena cepat prosesnya, tapi malah membuatmu sengsara. Simak cerita modus kejahatan finansial lainnya di Smart-Money.co.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.