Jika Bank Telepon Bilang Nomor Rekeningmu Diblokir, Itu Palsu! Ini Modusnya

Masyarakat diminta waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan bank.
Masyarakat diminta waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan bank.

Penipuan atas nama bank makin sering terjadi. Para penjahat bahkan mampu memalsukan nomor call center bank dengan nomor yang sangat mirip. Sedikit saja lengah, nasabah bisa tertipu dan saldonya terkuras.

Masyarakat diimbau untuk waspada dengan makin cerdiknya para penipu. Terutama ketika menerima telepon yang mengaku-ngaku dari pihak bank.

Ambil contoh Tono. Ia menerima panggilan masuk di ponselnya. Di layar ponselnya itu muncul nama Halo BCA, padahal sebelumnya nomor yang menelepon itu belum pernah disimpan Tono.

Kemudian nomor telepon yang tertera pun bukan nomor telepon Halo BCA yang asli, yaitu 1500 888. Tetapi yang muncul di layar bernomor +6221 1500 888.

Kamu bisa lihat bagaimana pelaku kejahatan menggunakan nomor yang sangat mirip dengan aslinya. Padahal call center bank umumnya tidak perlu menggunakan kode +6221.

Hanya saja bahayanya, jika kamu telepon balik nomor penjahat ke +6221 1500 888, tetap tersambungnya nanti akan ke 1500 888. Jadi orang yang tidak mengerti mungkin bisa dengan mudahnya percaya dan tertipu.

Itulah mengapa kamu harus berhati-hati dengan modus penipuan seperti ini. Pasalnya para penjahat menggunakan aplikasi caller ID palsu sehingga penerima akan melihat nama yang sudah diset oleh mereka.

Lalu bagaimana caranya kita tahu itu penipu? Ada beberapa cara:

1. Cek SMS

Umumnya sebelum penjahat ini menelepon, kemungkinan kamu menerima beberapa SMS berisi kode OTP. Nah, tujuan penjahat menelepon adalah ingin meminta kode tersebut.

Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapapun termasuk pihak bank. Sebab itu adalah upaya penipuan.

Besar kemungkinan penjahat sudah “berbelanja” menggunakan kartu kredit kamu. Meski kartu kredit kamu tidak hilang, bisa jadi mereka sudah memiliki 16 digit angka di bagian depan kartu maupun tiga digit angka di belakang kartu.

Ada beberapa cara mereka memiliki nomor kartu kredit kamu. Salah satunya dari kasir nakal yang diam-diam memfoto kartu kredit kamu saat bertransaksi.

Atau penjahat bisa juga mendapatkannya dari situs gelap yang memang menjual data-data penting yang sebelumnya sudah diretas.

2. Dengarkan Rekayasa Modus Penelepon

Penelepon akan merekayasa hal-hal yang membuat kamu panik. Misalnya:

- Kartu kredit kamu ada yang mau hack

- Rekening kamu akan terblokir

- Nomor PIN kamu tersebar

- dan lain-lain.

Jika ada penelepon mengatasnamakan bank dan menginformasikan hal seperti di atas kemungkinan itu adalah penipu. Apalagi bila ujung-ujungnya dia minta kode OTP, nomor PIN, dan data penting lainnya.

Baca: 3 Cara Terhindar dari Penipuan yang Mengatasnamakan Bank

Nah, itu tadi 2 hal penting yang harus kamu lakukan saat ada orang mengaku dari bank dan ingin memperdaya kamu. Yuk jadi generasi awas modus. Edukasi keluargamu ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.