Kenali Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Musiman

Pedagang musiman saat Ramadan
Pedagang musiman saat Ramadan

Fenomena bisnis musiman di Indonesia masih terus bertahan. Masing-masing lintas generasi punya ceritanya sendiri.

Tingginya antusias pembeli, cepatnya perputaran uang, dan besarnya pendapatan membuat bisnis musiman selalu diminati banyak orang. Malah sampai melahirkan adanya pedagang musiman.

Saat musim dan tren berganti, para pedagang ini pun menyesuaikan diri. Mereka tak ragu mengganti dagangannya dengan sesuatu yang dinilai lebih tren pada waktu itu. Bagi mereka, hal ini lebih menguntungkan daripada menjual sesuatu yang sedang tidak tren.

Begitulah potret bisnis musiman. Ada kelebihan dan ada kekurangannya. Apa saja? Simak ulasan berikut ini.

Kelebihan Bisnis Musiman

1. Tidak Perlu Lokasi Tetap

Penentuan lokasi pada dasarnya sangat memengaruhi kesuksesan sebuah bisnis. Tak jarang pengusaha sampai pusing bila memikirkan tempat. Apalagi bila usahanya akan bersifat permanen.

Namun hal ini sepertinya agak berbeda dengan bisnis musiman yang bersifat sementara. Selain tidak perlu bayar sewa per tahun, kamu bahkan bisa memanfaatkan mobil pribadi yang disulap jadi outlet atau toko.

2. Peluang Pasar Tinggi, Omzet pun Tinggi

Musim atau event tertentu dapat mendorong tingginya kebutuhan pada sebuah barang. Akhirnya, banyak yang berlomba-lomba menyediakan barang tersebut. Peluang untuk laris pun terbuka lebar.

Nah, karena permintaan tinggi tadi, perputaran uang jadi lebih cepat. Alhasil kamu pasti akan mendapatkan omzet lebih banyak.

3. Bahan Baku Mudah Didapat

Saat musim tertentu, penyedia bahan baku untuk diolah jadi barang dagangan musiman biasanya juga meningkatkan produksinya. Jika permintaan tinggi, penawaran pun akan rendah sehingga harga bahan baku bisa relatif murah. Dengan begitu, ongkos produksi kamu bisa lebih sedikit.

Kelemahan Bisnis Musiman

1. Berumur pendek

Sudah menjadi hal umum bahwa usaha yang dilatarbelakangi sebuah peristiwa tertentu akan berumur singkat. Aktivitas jual beli akan terus turun seiring berakhirnya tren tersebut. Selain sebentar, bisnis musiman umumnya juga terjadi setahun sekali. Jadi akan sulit menjalankannya secara terus-menerus.

2. Omzet Turun Setelah Berganti Musim

Menjual ketupat di luar bulan Ramadan sebenarnya bisa ada pembelinya juga. Tapi tentu tidak sebanyak saat menjualnya waktu Lebaran. Dengan bergantinya musim, kebutuhan pembeli juga sudah berubah.

3. Waktu Promosi yang Singkat

Lantaran bisnis musiman berumur singkat, maka sedikit pula waktu untuk kamu berpromosi. Kamu harus bergerak cepat untuk mengenalkan produk ke masyarakat sebelum tren tersebut berakhir. Mungkin ada baiknya bila kamu sudah membuka bisnismu sebelum musim itu dimulai.

4. Persaingan yang Ketat

Ini dia. Tantangan terberatnya adalah tingkat persaingannya memang relatif tinggi. Hal ini menuntut kamu untuk berpikir keras untuk membuat calon pembeli memilih produkmu. Mulai dari kemasannya, kualitasnya, hingga harganya. Terlalu murah salah, terlalu mahal pun akan jadi blunder.