Ketahui 6 Peran Keuangan Modern di Zaman Industri 4.0 Ini

Perkembangan ekonomi digital
Perkembangan ekonomi digital

Ada beberapa perspektif bagi dunia bisnis dalam menghadapi era industri 4.0. Hadirnya revolusi ini pun berimbas pada semua sektor, termasuk jasa keuangan. Di sektor inilah masyarakat modern menyikapinya sebagai satu kemudahan dalam bertransaksi.

Hal ini menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan Executive Vice President PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Vera Eve Lim dalam acara BCA Young Community. Menurutnya, semua sektor, termasuk yang bergerak di bidang jasa keuangan, tidak hanya sekadar harus bergerak menuju digitalisasi, tetapi berlari mengikuti perubahan. Terlebih bila melihat persaingan yang ada, yakni ketika semua sudah beralih ke serbadigital demi memenuhi keinginan konsumen.

"Perubahan kian cepat. Ada disrupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita mungkin mudah bicara persiapan untuk enam bulan ke depan. Namun kita tidak bisa menduga apa yang terjadi dalam lima tahun ke depan. Namun perubahan adalah hal yang wajar dan disruption is business as usual," katanya.

Dalam salah satu bahasannya, perempuan yang sudah lebih dari 30 tahun berkarier di dunia keuangan itu menyoroti bahwa semuanya sudah harus berorientasi pada kemajuan teknologi. Peran keuangan harus ditingkatkan, termasuk pengembangan fitur pendukungnya. Perusahaan tidak lagi bisa bertahan pada "peran tradisional".

"Jika dulu, misalnya perbankan, hanya berfokus pada peran tradisional seperti accounting, budgeting, cost control reporting, ini sudah tidak lagi efektif," ujarnya. Penting tapi harus dimodernisasi lagi.

Vera mengatakan sekurangnya, ada 6 peran keuangan modern yang harus ditingkatkan di era sekarang. Keenamnya meliputi automation, real time (RPA), and shared service; drive performance management to optimize business strategy and opportunity; cost optimizing and productivity, leveraging technologies, data, and analyzing; invest in an activate talent; dan promote collaboration and alignment.

Sistem-sistem ini memegang kunci untuk menjamin eksistensi sebuah perusahaan di panggung industri 4.0 yang serbadigital. Tentunya, tegas Vera, semua itu juga diiringi dengan kemajuan skill dari para sumber daya manusianya.