Ketika Passion Jadi Jebakan Batman Buat Fresh Graduate

Moh. Subagio
Moh. Subagio

Apa sih yang jadi pedoman fresh graduate saat memilih pekerjaan? Passion, bakat, atau yang lain?

Dunia kerja kerap jadi momok yang menegangkan bagi anak muda yang baru lulus kuliah. Setelah belasan tahun menimba ilmu pendidikan, mereka bakal dihadapi tantangan berikutnya. Apalagi kalau bukan mencari kerja.

Tak sedikit yang masih kebingungan saat ingin melamar pekerjaan. Ketakutan susah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya tak terelakkan.

Belum lagi mereka dihadapkan dengan banyaknya cerita bahwa seringkali seseorang justru merasa salah mendapatkan pekerjaan.

Ada yang tidak sesuai dengan skillnya. Ada yang melenceng dari ilmu yang ia ambil saat kuliah. Ada pula yang begitu mudah dapat pekerjaan, tapi tidak mendapatkan bayaran yang sepadan. Cerita-cerita itu kemudian bertumpuk di waktu bersamaan.

Sayangnya, beberapa kemudian malah terjebak pada jargon bernama passion. Banyak yang lantas menilai bahwa passion adalah segalanya. Padahal fakta di lapangan berkata lain.

Hal ini jadi topik menarik dalam acara Smart Class yang diadakan Smart-Money.co bersama BCA di Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu. Kuliah umum bertajuk Managing Succesful Future World of Work ini berhasil mengungkapkan permasalahan yang selama ini menjebak generasi muda, yakni passion.

Salah satu pembicara Mohammad Subagio, mengatakan ada kalanya passion tidak harus kita ikuti. Sebab bisa jadi apa yang kita anggap passion ternyata bukan bakat yang terpendam di diri kita.

Memang sih ada banyak orang yang beruntung dikaruniai bakat yang sesuai dengan passion-nya. Namun ada juga yang tidak.

Akhirnya, banyak orang yang mengembangkan skills yang sejalan dengan passion-nya. Meskipun bakatnya sendiri dalam bidang tersebut tidak luar biasa. Karena passion-nya mendorongnya untuk terus melatih skills tersebut.

Contohnya begini. Katakan seseorang sebenarnya punya bakat menulis. Ia mampu menghasilkan tulisan bagus yang bisa menyentuh hati banyak orang.

Namun di pikirannya, menulis itu tidak menyenangkan. Menulis hanya sekadar pekerjaan yang harus dilakukan demi dibayar atau mendapatkan nilai. Ini yang namanya tak mengenali bakat yang sebenarnya dimiliki.

Padahal, jika pekerjaan munulis itu dibuat dengan menyenangkan, kemudian kamu menyadari bahwa dari menulis kamu bisa banyak mendapatkan sesuatu, itu akan lebih baik. Dengan begitu kamu akan melakukan sesuatu yang sesuai bakat dan bisa menjadi passion kamu yang sebenarnya.

Sebab, kata Mas Bagio, begitu Founder & CEO MSCO Management Training itu disapa, passion itu adalah sesuatu yang bertahan dan bukan sekadar tren. Jadi jangan sampai kamu malah menganggap sesuatu yang sedang happening malah jadi passion kamu.

Justru ada masanya sesuatu digilai banyak orang dan mendapatkan antusiasme yang besar, untuk kemudian dilupakan. Kita juga kadangkala melakukan sesuatu karena sedang suka. Tetapi tak lama kemudian bosan atau frustrasi bila sulit dilakukan dan lalu ditinggalkan.

Nah, agar lebih jelas, coba simak video berikut ini. Penting nih untuk fresh graduate seperti kamu.

Panduan mencari kerja buat fresh graduate