Modus Penipuan yang Sering Dialami Pedagang Online

Ilustrasi
Ilustrasi

Selama ini, penipuan transaksi online seolah-olah hanya menimpa pihak pembeli saja. Padahal, penipuan enggak pernah pandang bulu. Penjual juga sering kok jadi korbannya.

Hayo, siapa di antara kamu para penjual online yang pernah mengalaminya?

Nah, sekarang biar yang belum pernah kena tipu enggak ikut jadi korban, dan yang sudah pernah, enggak kena tipu lagi, simak yuk modus-modus penipuan yang paling sering dialami pedagang online berikut ini.

Bukti transfer palsu

Penipuan yang paling sering terjadi biasanya menggunakan bukti transfer palsu. Pembeli sekaligus penipu akan memanfaatkan bukti transfer palsu dengan harapan penjual tidak mengecek mutasi lagi.

Alhasil, penjual akan langsung mengirimkan barang pesanan karena percaya pembeli sudah mengirimkan uang. Nah, makanya kamu jangan sampai lengah ya. Periksa dengan teliti mutasi rekeningmu supaya enggak tertipu.

Modus segitiga

Modus lain yang juga sering digunakan adalah modus segitiga. Jadi si penipu akan bertindak sebagai penjual sekaligus pembeli. Biar gampang, kita pakai contoh kasus ya.

Misalnya si penipu pura-pura menjual laptop seharga Rp3 juta, lalu ada yang ingin beli, yakni si A.

Nah, penipu kemudian segera mencari barang yang ia inginkan dengan harga yang sama juga, misalnya smartphone.

Selanjutnya penipu akan meminta si A untuk mentransfer ke rekening penjual smartphone—yang seolah-olah itu adalah rekeningnya.

Penipu kemudian akan mengirimkan bukti pengiriman palsu atau mengirim paket kosong kepada si A.

Sedangkan penjual smartphone yang berjualan beneran akan mengirimkan smartphone ke penipu karena tidak tahu sudah masuk dalam skenario penipu.

Sudah paham, kan? Di sini, penjual smartphone tentu akan jadi bulan-bulanannya calon pembeli laptop.

Jangan sampai namamu tercemar karena dianggap sebagai penipu. Selalu minta pembeli untuk mentransfer dengan berita atau menambahkan kode unik di akhir nominal untuk menghindari kejadian tersebut.

Modus nomor kartu dan OTP

#AwasModus yang satu ini makin sering terjadi akhir-akhir ini. Jadi jangan sampai kamu ketipu ya. Penipu akan mencoba menipumu saat bertransaksi dengan alasan akan membayar melalui OneKlik dari BCA.

Selanjutnya, penipu akan beralasan membutuhkan nomor kartu debit atau nomor kartu ATM BCA dan nomor rekeningmu agar uang bisa dikirimkan. Jangan sampai dikasih ya, karena itu merupakan upaya penipu untuk menguras uang dari rekeningmu.

Kalau ada SMS kode OTP (One Time Password ) yang masuk, jangan pernah memberikan Kode OTP tersebut kepada orang lain. Petugas bank juga tidak pernah meminta kode OTP karena kode tersebut sifatnya rahasia.

Jika nomor kartu debit atau nomor kartu ATM BCA dan kode OTP sudah kamu berikan kepada orang lain, sudah pasti isi rekeningmu akan dikuras oleh penipu. Jadi, selalu jaga kerahasiaan data pribadimu, termasuk nomor kartu debit atau nomor kartu ATM BCA dan kode OTP.

Yuk jadi generasi anti modus.

Kenali modus-modus lain yang mengatasnamakan OneKlik di sini.