Pelajaran dari Ditangkapnya Penyebar Hoax Rush Money

Ilustrasi
Ilustrasi

Sudah dengar kan kabar heboh soal rush money baru-baru ini? Itu lho kabar sesat yang menggambarkan kondisi perbankan di Indonesia.

Sebenarnya berita ini bukan kejadian yang pertama kalinya. Isu rush money pernah dimunculkan beberapa kali oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Nah, beberapa hari lalu, kasus serupa kembali terjadi.

Jadi singkatnya, beredar sebuah kabar palsu yang mengatakan bahwa terjadi gerakan penarikan uang tunai besar-besaran di sejumlah bank di Indonesia. Penarikan tersebut terjadi lantaran krisis ekonomi akibat adanya pandemi COVID-19.

Padahal seperti ditegaskan Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dunia perbankan Indonesia tidak dalam keadaan demikian. Malahan OJK menjamin bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak COVID-19 pada sektor perbankan.

Hal ini ditegaskan pula sama Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan. "Selama tidak ada shock, liquidity run dan bank run, berarti masyarakat tidak perlu menarik uang. Maka tidak ada indikasi ke rush money,” katanya.

Artinya, hoax pakai banget tuh berita.

Untungnya, pelaku penyebar berita hoax tersebut sudah ditangkap. Rupanya, seperti disebutkan dalam keterangan resmi Kepolisian, pelaku yang terdiri dari dua orang itu mengaku cuma iseng menyebarkan berita palsu tersebut.

Waduh, iseng kok yang meresahkan masyarakat ya. Sekarang jadi kena batunya deh. Keduanya harus mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan keisengannya yang bernada provokatif itu.

Lagipula nih, Guys, seperti dijelaskan Fauzi Ichsan tadi, rush money itu hanya terjadi ketika kondisi di suatu negara atau wilayah tengah tidak stabil, sehingga masyarakat yang memiliki uang tunai di bank merasa tidak yakin untuk tetap menyimpan uangnya di sana.

Sedangkan sekarang dunia cuma mengalami perlambatan ekonomi saja. Semua aktivitas berjalan “new normal” di tengah pandemi yang masih ada.

Tapi kalau kamu masih penasaran juga sama rush money, kita bahas sekilas yuk.

Pengertian

Secara sederhana, rush money itu sebuah kejadian di mana masyarakat secara besar-besaran akan menarik uang tunai di bank secara serentak dan dalam skala yang besar. Karena semua orang mengambil uang, bank bisa kehabisan dana tunai dan bikin kacau sistem perbankan.

Pernah Terjadi di Indonesia

Mengutip Kompas.com yang melansir jurnal yang ditulis Wibowo (2020), Indonesia pernah mengalami beberapa kali rush money. Paling terkenal terjadi pada 1997-1998, saat Indonesia dan dunia tengah mengalami krisis yang berat.

Ketika itu banyak bank bangkrut. Tapi ada juga beberapa bank yang bisa bertahan seperti BCA. Sedangkan lainnya harus mengambil kebijakan merger.

Dampak rush money

Tadi sudah disebutkan kalau dampak rush money ini bisa membuat bank kehabisan uang tunai dan terancam tutup. Soalnya uang dari nasabah kan jadi salah satu sumber pendapatan bank.

Namun dampak rush money ini bisa berimbas juga pada pemerintah. Malahan bisa menyebabkan terjadinya resesi ekonomi. Pokoknya bisa chaos deh.

Itulah kenapa penyebar hoax rush money ditangkap. Yang mereka lakukan itu memang bisa menyebabkan keresahan di tengah masyarakat. Apalagi sekarang lagi pandemi.

Nah, sekarang, kita sebagai generasi muda melek informasi, yuk berbagi info yang benar pada sekitar kita. Terlebih sekarang modus penipuan yang mengatasnamakan bank juga makin banyak, lho.

Dengan iming-iming banyak hal, mereka mencari celah agar kita mau membagikan data pribadi yang seharusnya dijaga, termasuk kode OTP.

Yuk jaga data pribadi kita. Klik di sini untuk lihat data pribadi apa saja yang tidak boleh kita berikan ke penelepon yang mengatasnamakan bank.

Jadi generasi anti modus, yuk.