Pengalaman Buntung Member Trading Robot Crypto

Ilustrasi Trading Robot Crypto, bikin untung atau buntung?
Ilustrasi Trading Robot Crypto, bikin untung atau buntung?

Aplikasi trading robot crypto kembali memakan korban. Iming-iming dapat untung satu persen hingga 1,4 persen per hari, tabungan puluhan juta Rupiah justru lenyap seketika.

Pengalaman pahit ini dialami Duta (bukan nama sebenarnya) yang menggunakan aplikasi Mark AI yang dinaungi PT Teknologi Investasi Indonesia. Ia percaya menanam uang hingga 5.000 dolar AS di Mark AI karena mereka mengklaim memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM dan punya Nomor Induk Berusaha (NIB).

Tapi apes. Mark AI rupanya belum punya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Duta pun langsung melapor ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/10) kemarin.

Menurut Duta, pada awal ia bergabung, ia memang mendapatkan keuntungan yang dijanjikan yaitu sekitar 1,4 persen. Hal itu membuatnya percaya dan rutin menanam uangnya hingga Oktober 2021.

Namun per 14 Oktober 2021, aplikasi dan website web.mark666.com tiba-tiba tidak bisa diakses. Ia tak bisa melakukan transaksi baik deposit maupun withdraw.

Sebelumnya Duta mengaku masih mendapat respons dari Mark AI terkait non aktifnya website tersebut. Mark AI bilang tanggal 18 Oktober, nasabah bisa bertransaksi lagi.

Namun sampai 20 Oktober kemarin, aplikasi tidak dapat diakses sama sekali. Itulah mengapa Duta bersama sejumlah member lainnya langsung melapor ke polisi.

"Di grup saya total ada 500 member dengan kerugian Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Uang saya sendiri masih mengendap 4.000 dolar AS (Rp62 juta)," katanya kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Hingga tulisan ini dibuat, pihak Kepolisian masih mengusut kasus ini. Duta berharap masalah ini dapat segera diatasi agar tak ada lagi korban dari perusahaan trading robot crypto.

Pengamat dan praktisi investasi Desmond Wira mengatakan dari kasus ini setidaknya kita bisa belajar bahwa berhati-hatilah dalam memilih investasi.

Saat ini banyak platform robot trading yang mengiming-imingi imbal hasil besar, minim risiko, dan tidak perlu melakukan kegiatan trading sama sekali. Namun nyatanya, tak sedikit dari platform tersebut yang ujung-ujungnya hanya berkedok menipu dan menjadi investasi bodong.

Desmond melihat ada skema member get member atau money game ala skema ponzi untuk memberikan keuntungan yang digunakan berbagai platform robot trading. Dalam artian, platform tersebut memang bisa bertahan dan terus memperluas jaringannya.

"Tapi modus tersebut tinggal menunggu waktu. Karena akan ada titik pelaku tak bisa lagi menggali lubang tutup lubang untuk memberikan keuntungan para investornya," tutup Desmond.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.