Pengalaman Pahit Korban Penipuan yang Pakai Iklan Instagram Palsu

Ilustrasi
Ilustrasi

Sekarang para penipu juga bermodal. Mereka aktif membuat akun Instagram palsu dan menggunakan iklan untuk memperbesar kesempatan menjaring korban.

Tak main-main, mulai dari akun Instagram kecil hingga yang besar bahkan bercentang biru mereka palsukan demi meraup keuntungan. Masyarakat diimbau berhati-hati karena aksi para penipu ini sudah banyak memakan korban.

Dari sekian berita penipuan, Smart-Money.co memantau ada 2 jenis akun yang paling banyak dipalsukan, yaitu akun online shop dan akun perbankan. Untuk tahu bagaimana modus penipuan ini dilakukan, simak ulasan berikut:

1. Penipuan Akun Online Shop

Cerita pahit ini dialami Dinda Audriene. Awalnya ia menemukan akun bersponsor di Instagram. Ia pun tertarik membeli baju di toko online tersebut.

Dinda lantas mengirim pesan lewat nomor WhatsApp yang tertera di keterangan akun (bio) toko online tersebut. Setelah memilih dan bertransaksi, keesokan harinya ia menerima telepon yang mengaku dari pihak Bea & Cukai. Ketika diangkat, penelepon marah-marah dan menyatakan bahwa barang yang Dinda pesan merupakan barang ilegal. Dinda pun dinyatakan sebagai penadah.

Dinda bingung karena merasa tahunya barang yang ia pesan bukan barang impor. Pihak yang mengaku Bea & Cukai tadi mengancam Dinda bisa dipenjara jika tidak menyetor "uang damai". Dinda yang panik spontan mengatakan akan segera memenuhi permintaan tersebut.

Namun sebelum mengirim "uang damai" ke rekening penelepon tadi, Dinda berinisiatif menghubungi pihak online shop tempat ia membeli baju. Apes, nomor Dinda ternyata diblok toko tersebut dan ia sadar baju yang dibeli seharga Rp600.000 ke toko itu tidak akan pernah sampai.

Dinda lantas yakin pihak yang mengaku dari Bea & Cukai tadi adalah komplotannya. Namun pesan Dinda yang berisi tudingan bahwa penelepon adalah penipu tidak berbalas. Bahkan keesokan harinya, nomor tersebut tidak dapat dihubungi kembali.

2. Penipuan Akun Perbankan Palsu

Cerita korban penipuan akun Instagram perbankan palsu ini dialami Mika (30). Pengalaman pahitnya pun banyak diberitakan media nasional pada Agustus 2021 lalu.

Kejadiannya bermula ketika ia ingin melakukan registrasi BCA mobile di ponsel barunya. Mika pun menulis keinginannya di kolom komentar salah satu feed akun Instagram BCA yang asli, @Goodlifebca.

Tak lama, ia mendapatkan pesan dari akun Instagram bank yang punya nama dan profile picture sama persis dengan @Goodlifebca.

"Salahnya, saya main balas pesan itu, tanpa lihat lagi profile akun itu," katanya seperti dilansir Kompas. Mika tidak sadar bahwa pesan tersebut dikirim oleh akun Goodlifebca palsu yang bahkan tidak bercentang biru (terverifikasi).

Akun palsu tersebut lantas mengirimkan sebuah link. Mika yang terlanjur percaya mengeklik link tersebut dan langsung diarahkan ke kolom chat WhatsApp (yang juga berlogo BCA). Setelah chat, penipu lantas mengirimkan link kedua yang menyerupai laman resmi bca.co.id.

Saat Mika klik link tersebut, ia diminta login dengan memasukkan username dan password mobile banking yang ingin diaktifkan. Beruntung, Mika tersadar bahwa hal itu sangat tidak masuk akal. Ia tahu betul bahwa sebuah bank tidak semestinya meminta username bahkan password nasabahnya. Mika pun meninggalkan laman tersebut dan mengabaikan pesan penipu.

Apa yang dialami Dinda dan Mika dari kejadian di atas bisa jadi pelajaran untuk kita agar lebih berhati-hati. Apalagi sudah banyak penipuan akun Instagram palsu yang menggunakan iklan.

Telitilah saat memilih akun-akun online shop dan perbankan. Khusus akun perbankan, pastikan kamu berhubungan dengan akun Instagram bercentang biru. Kamu juga bisa mengecek keaslian akun tersebut dari riwayat penggunaan nama akunnya. Sebab biasanya, akun penipu sering gonta-ganti nama akun.

Caranya sebagai berikut:

1. Buka akun Instagram yang ingin kamu cari tahu
2. Pilih titik tiga yang di bagian kanan atas
3. Pilih "Tentang Akun ini"
4. Nanti muncul berbagai informasi akun Instagram tersebut mulai dari tanggal bergabung, lokasi, hingga riwayat nama akun pengguna sebelumnya, dan akun dengan pengikut yang sama.

Jangan ragu untuk melaporkan akun-akun penipu ini agar tidak ada korban lagi yang berjatuhan. Pastikan kamu mengetahui akun media sosial yang asli, terutama yang berurusan dengan transaksi.

Abaikan jika diminta mengirimkan data yang sangat pribadi. #DatamuRahasiamu.

Baca juga: Dapat Akun Palsu BCA di Instagram Ads? Yuk Laporkan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.