Pinjamnya Enggak Seberapa, Malunya Enggak Kira-kira

Ilustrasi
Ilustrasi

Fenomena kemuncuan pinjol alias pinjaman online rupanya tidak selalu menciptakan nilai positif. Meski dikenal cepat dan mudah dalam mendapatkan persetujuan, tapi sederet fakta membuktikan pinjol sebaiknya dihindari.

Lalu fakta apa saja sih yang perlu kamu tahu? Simak yuk, 7 hal soal pinjol yang membuat kita berpikir: cari yang pasti-pasti aja deh.

1. Terjebak Bunga Tinggi

Pinjol ini memang gokil. Siapa saja bisa pinjam, termasuk yang enggak punya rekening di bank. Mereka juga enggak perlu agunan. Nah, gara-gara tanpa agunan inilah bunganya jadi tinggi banget.

Dalih mereka, bunga tinggi ini sepadan dengan tanpa agunan tadi. Jadi mereka juga menghalalkan segala cara untuk memastikan orang yang meminjam menyetor tagihannya.

2. Bikin Aturan Sendiri

Seharusnya semua lembaga fintech termasuk pinjol wajib mengikuti ketentuan OJK dalam POJK No. 77/POJK.01/2016 dalam hal bunga dan batasan denda. Tapi mau bagaimana, pinjol-pinjol ini kan ilegal alias tidak terdaftar di OJK. Jadi tentu saja mereka membuat aturannya sendiri.

3. Kontak Bocor

Satu-satunya akses komunikasi dengan layanan pinjol adalah lewat HP. Nah, ternyata besar banget kemungkinannya kontak dan privasi yang ada di HP kita diserap oleh layanan fintech tersebut. Ini gila, lho. Soalnya mereka sampai bisa mengakses pembicaraan dan riwayat pemakaian telepon kita.

Soalnya pasti kita itu diminta memasang layanan aplikasi fintech mereka di HP. Lalu dalam proses pembuatan akunnya, kita diminta memasukkan beberapa data diri seperti nomor ponsel, deteksi SMS, lokasi atau map, foto, KTP, dan lain-lain.

Masalah jadi runyam ketika kita enggak bisa bayar. Si layanan pinjol ini enggak ragu untuk menghubungi siapapun yang ada di kontak HP kamu untuk meminta kamu segera bayar utangnya. Duh, malunya bakal enggak kira-kira deh.

4. Teror dan Ancaman

Saat sudah terjebak utang, mereka tak sungkan menebar ancaman dan teror mengerikan. Lewat SMS, WA, telepon langsung, bahkan media sosial dikejar terus.

Parahnya, saat kamu ingin meminta keringanan sulitnya minta ampun karena fintech ilegal ini kerap memakai alamat perusahaan yang tidak jelas.

5. Risiko Ponsel Disadap

Seiring perkembangan teknologi, layanan pinjol ilegal ini ternyata bisa membayar pihak ketiga untuk menyadap telepon kita. Dengan disadap, mereka bisa melihat aktivitas ponsel kita termasuk saat kita mengakses aplikasi keuangan. Mengerikannya lagi, mereka ini bisa leluasa mengakses data pribadi di HP seperti foto dan video.

6. Denda Harian Tinggi

Saat terjebak enggak bisa bayar, sistem denda yang enggak masuk akal bakal bikin keadaan makin runyam. Denda dan bunganya bisa berlipat-lipat. Ada yang Rp50 ribu per hari, lalu ditambah bunga 60% dari pinjaman pokoknya. Ada yang Rp75 ribu per hari. Macam-macam deh.

7. Kehilangan Privasi

Selanjutnya, sekali saja nomor kontakmu sudah masuk dalam aplikasi fintech, maka kamu akan dirayu untuk menggunakan jasa mereka terus-menerus. Datamu sudah disimpan. Selanjutnya mereka bisa memperlebar sayap ke teman-temanmu lewat daftar kontak yang ada di HP kamu.

Belum lagi soal foto dan video bersifat pribadi yang juga mereka kantongi. Meskipun ini termasuk pelanggaran, tapi pada dasarnya mereka pun berstatus ilegal.

Itulah tadi 7 hal soal pinjol yang bikin kita mikir 7 kali untuk pakai jasa mereka. Daripada pinjamnya enggak seberapa tapi malunya enggak kira-kira, mending cari yang pasti-pasti aja.

Apalagi di era pandemi seperti sekarang, layanan pinjol makin menggila. Mereka terus menawarkan pinjaman, sambil menyimpan niat buruk minta nomor Kartu ATM dan Kode OTP.

Modus apakah itu? Cek di tautan di bawah ini biar tahu permainan mereka.

Klik di sini.