Registrasi Kartu SIM Bakal Pakai Autentikasi Biometrik

Sim card
Sim card

Kasus penipuan dan pencurian data menggunakan teknik rekayasa sosial semakin marak. Sayangnya, kurangnya literasi tentang modus kejahatan ini membuat korban masih saja berjatuhan.

Buat yang belum tahu, rekayasa sosial merupakan tindakan untuk memanipulasi psikologis seseorang untuk melakukan sesuatu atau membocorkan informasi penting yang diminta oleh pelaku.

Biasanya para penipu akan mengaku sebagai petugas atau karyawan dari perusahaan tertentu dan melancarkan berbagai modus untuk mendapatkan data yang mereka inginkan. Adapun data-data yang diincar itu seperti kode OTP (One Time Password), nomor kartu ATM, kartu kredit, kode CVV, alamat email, dan lain-lain.

Kode OTP sendiri memang jadi yang paling sering diincar. Modus-modusnya terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Termasuk dengan modus meminta penggantian kartu SIM ke operator seluler. Nah, bahaya banget kan kalau nomor HP kita dikuasai mereka?

Untungnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) punya strategi baru untuk menjaga keamanan data masyarakat saat melakukan registrasi kartu SIM, yakni dengan penambahan autentikasi biometrik. Nah, jadi lebih canggih nih.

Dalam Webinar"Cerdas Bertelekomunikasi: Lindungi Data Pribadimu dari Kejahatan Pembajakan OTP", Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi mengatakan bahwa verifikasi biometrik ini merupakan salah satu upaya penyempurnaan dari Peraturan Menteri (Permen) Kominfo No. 12/2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

“Penggunaan autentikasi biometrik ini untuk menekan kejahatan siber yang menggunakan sarana telekomunikasi," ujarnya dalam webinar tersebut.

Jadi nanti para pemilik kartu SIM harus melakukan verifikasi biometrik seperti pengenalan wajah, retina mata, dan sidik jari. Nantinya, setelah pengguna memasukkan data-data yang diperlukan, operator seluler akan melakukan validasi data calon pelanggan ke Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Sedangkan untuk penggantian kartu SIM, Kominfo akan mendorong penerapan teknologi Know Your Customer (KYC). Jadi, saat ada pengajuan penggantian kartu akibat rusak atau hilang, pemilik kartu harus datang langsung ke gerai operator dan membawa data diri asli.

Setelah pihak operator melakukan verifikasi dan yakin bahwa orang tersebut adalah pemilik asli kartu SIM, maka penggantian baru bisa dilakukan. Penerapan teknologi baru ini dapat melindungi konsumen dari pencurian nomor HP yang bisa digunakan untuk pembobolan kartu kredit.

Baca: Penipuan Kartu Kredit Menggunakan Modus Re-Activate SIM Card

Seperti diketahui, upaya kejahatan yang mengincar kartu kredit masih kerap terjadi. Kita pun wajib waspada pada tiap upaya penipuan yang kian berkembang.

Untungnya, bagi kamu pemilik Kartu Kredit BCA, kamu dapat melakukan blokir kartu kredit sendiri dengan memanfaatkan aplikasi BCA mobile. Dengan begitu, kamu bisa dengan cepat melakukan tindakan pencegahan kejahatan saat merasa ada upaya kejahatan yang menyerangmu. Yuk manfaatkan BCA mobile.

Cara Mengamankan Kartu Kredit dengan BCA mobile.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.