Rekayasa Sosial, Teknik Penipuan yang Semakin Marak

Ilustrasi Social Engineering
Ilustrasi Social Engineering

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat banyak pengguna teknologi semakin pintar dan paham dengan modus-modus penipuan dengan teknik peretasan perangkat.

Akhirnya, para penipu pun mengganti metode yang mereka gunakan agar tetap bisa mendapatkan data pribadi atau akses ke akun-akun calon korbannya. Nah, metode penipuan yang marak akhir-akhir ini adalah teknik social engineering atau rekayasa sosial. Korbannya juga tidak sedikit, lho.

Lalu, apa sih sebenarnya rekayasa sosial itu?

Menurut freecodecamp.org, rekayasa sosial merupakan tindakan untuk memanipulasi psikologis seseorang untuk melakukan sesuatu atau membocorkan informasi penting yang diminta oleh pelaku.

Jenis informasi yang dicari para penipu ini dapat bervariasi. Namun bila individu yang menjadi target, mereka biasanya mencoba memanipulasi pikiranmu agar mau memberikan kode OTP atau informasi kartu kredit, seperti nomor CVV di belakang kartu, agar dapat mengurasnya.

Mereka akan mengaku sebagai petugas atau karyawan dari bank dan melancarkan berbagai modus untuk mendapatkan data yang mereka inginkan. Modusnya sangat banyak, tapi yang paling sering terjadi ada tiga.

Apa saja? Simak yuk.

Modus Pembatalan Transaksi

Penipu akan menghubungi pemilik kartu kredit dan memberitahukan ada sejumlah transaksi besar yang mencurigakan, dan menawarkan pembatalan transaksi tersebut. Jika korban panik dan terjebak, mereka akan meminta nomor CVV dan kode OTP.

Modus Undian Berhadiah

Penipu akan menelpon pemegang kartu dan memberitahukan bahwa korban menang undian berhadiah dari bank penerbit kartu kredit. Untuk mengklaim hadiah dan sebagai proses verifikasi, korban akan diminta memberikan nomor CVV dan kode OTP.

Modus Kenaikan Limit Kartu

Penipu akan menghubungi pemegang kartu, dan menjanjikan akan memberikan kenaikan limit pada kartu kreditnya, asalkan mereka memberikan nomor CVV dan kode OTP.

Jadi, kalau suatu hari kamu berada di salah satu kondisi seperti di atas, kamu wajib waspada dan jangan sampai memberikan data-data yang sifatnya rahasia ya. Bahaya banget kalau data tersebut jatuh ke tangan penipu, pembobolan kartu kredit bisa terjadi, lho.

Untunglah saat ini perbankan terus berupaya meningkatkan keamanan nasabahnya. Bagi pengguna Kartu Kredit BCA, misalnya, saat kamu merasa keamanan kartumu terancam, kamu bisa mengatur keamanannya melalui BCA mobile.

Di aplikasi tersebut kamu bisa menggunakan fitur "Kontrol Kartu Kredit" untuk menonaktifkan transaksi domestik dan internasional sementara.

Ada juga fitur "Blokir Kartu Kredit" untuk memblokir penggunaannya saat menemukan transaksi yang mencurigakan atau saat kartumu hilang. Praktis dan enggak perlu telepon ke bank lagi.

Klik di sini untuk melihat tutorialnya.

Yuk jaga data diri kita dan jadilah generasi anti modus.