Sudah Bayar Tebusan, 92% Korban Virus Ransomware Tetap Kehilangan Datanya

Korban ransomware tetap kehilangan  datanya meski sudah bayar tebusan ke para pemeras.
Korban ransomware tetap kehilangan datanya meski sudah bayar tebusan ke para pemeras.

Jangan sampai kena ransomware. Sebab sekalipun kamu sudah bayar uang tebusan, datamu tidak akan kembali sepenuhnya.

Setidaknya itulah pesan yang bisa diambil berdasarkan survei dari Inc.com. Survei tersebut menyebutkan 92% korban yang telah membayar uang tebusan, tidak mendapatkan kembali seluruh datanya. Saat kunci dekripsi diberikan, biasanya kunci tidak berfungsi atau setidaknya ada data yang rusak dalam proses pemulihannya.

Sayangnya, sejak pandemi COVID-19, kejahatan ransomware justru semakin meningkat dengan mengincar entitas baru, seperti bisnis kecil, sekolah, universitas, rumah sakit, dan institusi pemerintah.

Bahkan menurut hasil survei yang dirilis Acronis, sebanyak 51% dari perusahaan yang disurvei telah menjadi target serangan ransomware sepanjang tahun 2020. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat tahun ini, di mana akan ada satu serangan yang terjadi setiap 11 detik.

Lalu apa yang bisa dilakukan? Simak tips pencegahan dari Kaspersky berikut ini:

5 Tips Agar Terhindar dari Serangan Ransomware

1. Waspadai Link dan Email Tidak Dikenal

Hindari membuka email atau link dari situs tidak dikenal. Jika kamu membuka lampiran email atau link yang sudah disusupi, maka ransomware bisa saja terunduh otomatis dan menginfeksi perangkatmu.

2. Jaga Data Pribadi

Jika kamu dihubungi orang tidak dikenal yang meminta data pribadi, jangan diberikan. Penjahat siber yang merencanakan serangan ransomware mungkin saja mengumpulkan informasi pribadimu. Data yang dikumpulkan akan dimanfaatkan untuk merancang skenario untuk menjebakmu.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.